Waspadai Penyakit Menular Pascabanjir Di Jatim

Sabtu, 09 Mar 2019 | 06.00 WIB

Waspadai Penyakit Menular Pascabanjir Di Jatim

Kadinkes Jatim dr Kohar saat mengevakuasi warga korban banjir Madiun.(windhi/centroone)


Centroone.com - Bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di Jatim, menjadi perhatian Pemprov Jatim. Pasalanya, menurut Dinas Kesehatan Jatim, pascabanjir itu yang sangat dikhawatirkan adalah serangan penyakit. Karena itu, dinas tersebut bergerak cepat menangani warga yang menjadi korban banjir.

Sejak Rabu (6/3/2019) malam, Dinkes Jatim langsung berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota yang mengalami banjir serta mengirim sejumlah barang dan tenaga medis ke lokasi. 

Disampaikan Kepala Dinkes Jatim dr Kohar Santoso, Dinkes Jatim bekerja sama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang lain termasuk BPBD Jatim melakukan berbagai penanganan untuk korban banjir di Madiun, Ponorogo dan sekitarnya. “Tadi malam (Rabu, red) di Desa Balerejo Madiun yang genangannya luas dan banyak pengungsi, kita sudah membuka pos-pos kesehatan. Base camp-nya di Puskemas Balerejo,” terang dr Kohar.

Bahkan pada Kamis Pagi, bersama dengan Gubernur Jatim Khofifah, pihaknya sudah melakukan penanganan kepada warga yang bertempat tinggal di dusun yang belum terjangkau. “Kita bantu pos pelayanan kesehatan. mengevakuasi orang-orang tua, tadi terakhir kita evakuasi 10 orang tua dan ibu hamil,” terangnya.

Hal yang sama juga dilakukan di tempat lain yang juga sama-sama mengalami dampak banjir. Seperti Ponorogo, Trenggalek, Ngawi dan sebagainya. “Laporan dari Dinkes Ngawi sudah tidak ada kendala, kami sudah menyiapkan pos kesehatan, namun kita terus koordinasi,” ujar Kohar.

Kohar juga mengingatkan ancaman penyakit menular pasca banjir. "Yang harus diwaspadai adalah second attacknya. Yaitu penyakit yang timbul setelah kejadian banjir," ujarnya.

Penyakit yang muncul itu biasanya penyakit kulit, Diare, Leptospirosis, Snake bite, Pes dan lainnya. Untuk mengantisipasinya, yang perlu diperhatikan adalah kualitas air, sanitasi, nutrisi dan shalter.

Dinkes Jatim, lanjut Kohar, sudah mengirim satu perahu karet dengan bahan logistik berupa 30 dus paket obat-obatan, 100 Liter Lisol dan 40kg Chlorin (kaporit). “Kami segera koordinasikan dan dikirim ke sana. obat-obatan juga kita distribusikan. Alhamdulilah sampai hari ini tidak sampai ada korban meninggal dari musibah banjir ini. kami juga membawa makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” terangnya.

Sejauh ini, sejumlah Tenaga kesehatan bisa menangani kondisi di tempat bencana. Namun Dinkes mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap penyakit seperti gatal-gatal, diare dan lainnya. “Pesan kami, dalam kondisi ini mohon masyarakat selalu waspada ketika hujan lebat dan jangan sampai perut kosong,” pungkas Kohar. (windhi/by) .