Lebarkan Jalan Simpang Dukuh, Pemkot Bongkar Pagar Hotel Inna Simpang

Sabtu, 09 Mar 2019 | 02.00 WIB

Lebarkan Jalan Simpang Dukuh, Pemkot Bongkar Pagar Hotel Inna Simpang

Proses pembongkaran pagar Hotel Inna Simpang (windhi/centroone)



Centroone.com - Pemkot Surabaya melanjutkan proyek pelebaran jalan di Jl Simpang Dukuh, Juma (8/3/2019). Pengerjaan lanjutan itu ditandai dengan pembongkaran pagar dan pemangkasan pohon milik Hotel Inna Simpang yang dilakukan jajaran Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati, pelebaran jalan kali ini untuk melanjutkan proyek pelebaran jalan yang sudah dilakukan sebelumnya di sisi utara. Dia memastikan lahan yang akan digarap itu hanya milik Hotel Inna Simpang yang luasnya mencapai 968 meter persegi.

“Ini kan melanjutkan proses pelebaran jalan dari sisi utara menuju Simpang Dukuh lahan milik Hotel Inna Simpang. Dan Alhamdulillah pihak Hotel Inna Simpang sangat koorperatif dalam pembebasan lahan ini,” kata Erna ditemui di sela-sela pembongkaran pagar hotel.
Menurut Erna, pelebaran jalan yang akan digarap itu sepanjang 138 meter dan lebarnya 7 meter yang menghabiskan anggaran Rp22,6 miliar. Dana ini pun sudah disetorkan oleh Pemkot Surabaya ke pengadilan karena prosesnya harus melalui konsinyasi.

“Jadi, dalam sertifikat mereka itu ditulisi bahwa apabila akan melakukan pelepasan lahan, harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Kanwil BPN, baru nanti kalau sudah beres, kita (Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, red) memberikan pengantar ke Inna Simpang untuk mengambil uangnya di pengadilan,” kata dia.

Dia juga memastikan bahwa dana sebesar itu untuk membeli aset Inna Simpang yang ada di dalam tanah maupun yang ada di atas lahannya. Dia mencontohkan, aset yang ada di dalam tanah itu seperti instalasi IPAL, septic tank dan beberapa aset lainnya. Oleh karena itu, proses pengerjaannya nanti perlu penanganan khusus dan dipastikan berbeda dibanding proyek jalan lainnya.
“Saat ini masih proses lelang dan semoga segera ada pemenangnya. Kami targetkan semoga empat bulan lagi sudah selesai atau sudah bisa digunakan. Makanya saat ini kami bersihkan dulu lahannya supaya nanti kalau sudah ada pemenang lelangnya bisa langsung digarap, jadi bisa lebih cepat,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat mengatakan, Jl Simpang Dukuh ini merupakan jalan vital yang nantinya akan menjadi jalan alternatif apabila Jl Tunjungan ditutup. Selain itu, jalan ini akan menjadi salah satu jalan utama ketika Jl Yos Sudarso ditutup untuk pengerjaan proyek alun-alun Soroboyo. “Kami sudah menyiapkan dua alternatif rekayasa lalu lintas jika Jl Yos Sudarso ditutup. Kami masih koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan rekayasa lalin itu,” kata Irvan.

Di samping itu, Irvan juga menjelaskan bahwa sudah menyiapkan jangka panjang untuk Jl Simpang Dukuh itu. Apabila sudah selesai pelebaran jalannya sekitar empat bulan lagi, maka nantinya jalan itu akan menjadi dua arah. “Kalau sudah selesai, maka arus lalu lintasnya akan menjadi enam jalur atau dua arah. Itu alternatif pertama,” kata dia.

Alternatif kedua, Jl Simpang Dukuh menjadi dua arah dan selanjutnya Jl Genteng Kali juga menjadi dua arah. Sedangkan pengaturan simpang Jl Genteng Kali-Jl Simpang Dukuh menjadi simpang bersinyal/traffic light dan pengaturan simpang Jl Genteng Kali-Jl Undaan Kulon menjadi simpang bersinyal atau traffic light.
Kemudian dilanjutkan alternatif ketiga yaitu Jl Ngemplak menjadi dua arah, Jembatan Jl Wali Kota Mustajab juga menjadi dua arah dan Jembatan Undaan juga menjadi dua arah. Sedangkan arus lalu lintas di pendekat barat (Jl Ngemplak) simpang Jl Ngemplak-Jl Ambengan-Undaan Wetan menjadi satu arah. “Jadi, kita sudah siapkan tiga alternatif dan yang pertama yang paling baik. Alternatif dua dan tiga itu bisa dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (windhi/by).