Pengembangan eSports Perlu Didukung Perubahan Paradigma Institusi Pendidikan

Selasa, 12 Feb 2019 | 12.00 WIB

Pengembangan eSports Perlu Didukung Perubahan Paradigma Institusi Pendidikan

Ketua IESPA dan Co-Founder LigaGame Esports Eddy Lim , dalam presentasi tentang lanskap esports di Indonesia, pada IEL Campus Seminar di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jumat, 8 February 2019. (MIX360 ESPORTS)



Centroone.com - Perkembangan pesat industri esports atau olahraga elektronik, yang beberapa tahun lalu masih dianggap sebagai genre permainan semata, kini telah menjelma menjadi bakal industri besar yang menjanjikan berbagai peluang karir profesional bagi para penggemarnya. Pertumbuhan ini tak lepas dari antusiasme luar biasa yang dibangun oleh para penggemar game di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Setelah resmi dimulainya gelaran IEL University Series 2019 pada akhir Januari yang lalu, kini tim MIX 360 ESPORTS memulai kegiatan seminar di 5 universitas di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang dan Surabaya. IEL University Series 2019 merupakan sebuah kompetisi esports resmi pertama untuk tingkat universitas di Indonesia yang didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), dan Indonesia Esports Association (IESPA). 

“Untuk mengembangkan esports, harus terlebih dahulu dimulai dari mengubah paradigma tradisional para orang tua dan institusi pendidikan terhadap esports,” ujar Harry Kartono selaku Chief Operational Officer MIX 360 ESPORTS. 

MIX 360 ESPORTS sendiri sebagai entitas bisnis berkomitmen mengembangkan industri esports di Indonesia kini tengah menggarap berbagai inisiasi untuk mengembangkan ekosistem esports di tanah air, mulai dari pembinaan bibit-bibit atlet dan caster esports profesional, hingga menyiapkan manajemen tim esports berkualitas. 

“IEL Campus Seminar menjadi jalan bagi kami untuk mengedukasi tentang berbagai peluang karir dan kesempatan bagi para pelajar untuk berkiprah di dunia esports, dan memberikan perspektif bahwa industri esports ini lebih dari sekedar game semata.” tambah Harry. 

Kompetisi ini juga disahkan oleh Federasi Electronic Sports Asia (AeSF), dimana nantinya akan menjadi bagian dari Liga universitas resmi dibawah naungan IESPA. Mix turut mengembangkan industry esports melalui edukasi seminar bersama universitas di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang dan Surabaya. Seminar tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dunia esports ke kalangan mahasiswa, mulai dari sejarah perkembangan, bisnis, dan tren kompetisi; juga peluang-peluang karir dan usaha yang terbuka berkat perkembangan pesat industri esports. by