Dianggap Tak Maksimal, Pejabat Dispendukcapil Dicopot

Senin, 11 Feb 2019 | 20.00 WIB

Dianggap Tak Maksimal, Pejabat Dispendukcapil Dicopot

Pengambilan sumpah dan jabatan saat pelantikan di Balai Kota. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Pelantikan dan rotasi puluhan pejabat kembali digelar Pemkot Surabaya. Ada 55 pejabat struktural secara resmi dilantik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Lobby Lantai II Balai Kota, Senin (11/2/2019) pagi. Sementara Suharto Wardoyo yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil diberhentikan dan dijadikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan.

Sesuai data yang ada, jabatan Anang, sapaan akrab Suharto Wardoyo, digantikan Agus Imam Sonhaji yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Komuniksai Dan Informatika. Dari informasi yang beredar, Anang diduga dicopot dari jabatannya karena masalah pendataan kependudukan. Bahkan beberapa kali video viral di media sosial terkait marahnya Wali Kota Tri Rismaharini saat mengetahui tentang kepengurusan kependudukan yang dianggapnya memberatkan warga. 

Namun dalam pelantikan itu, Wali Kota Risma mengatakan, pelantikan dan rotasi pejabat ini dilakukan untuk meningkatkan benefit kerja pelayanan bagi masyarakat. Dengan begitu, dia berharap ke depannya warga Surabaya mendapat layanan yang optimal. “Karena itu sekali lagi saya minta, ayo kita layani masyarakat dengan baik. Ndak usah malu kalau kita ndak ngerti, jangan malu kalau mau bertanya, karena kita juga manusia,” terangnya.

Pada momen pelantikan ini, hampir sebagian besar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru saja dilantik menempati posisi jabatan baru. Karena itu, wali kota mengimbau kepada seluruh ASN yang baru saja dilantik, agar beradaptasi dengan posisi jabatan dan lingkungan kerja yang baru.

"Karena itu, saya ingin sampaikan kepada teman-teman, ayo kita mulai belajar. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Karena itu saya juga perlu belajar. Tidak usah malu kalau mau bertanya," kata Wali Kota Risma.

Dengan menjadi ASN, lanjut Wali Kota Risma, seseorang telah diberikan kelebihan oleh Tuhan. Maka dari itu, dia berpesan agar mandat yang telah diberikan Tuhan agar tetap dijaga. Bahkan, perempuan berkerudung ini juga mengigatkan kepada para pejabat yang baru saja dilantik, agar tetap memaksimalkan layanan untuk masyarakat. “Apa yang kita kerjakan ini nanti harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Karena itu, saya ingin sampaikan ayo kita mulai belajar, kita sudah ditunggu masyarakat,” pesan wali kota dua periode tersebut.

Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa selama ini, ia bekerja bukan semata-mata untuk mendapat sebuah penghargaan atau apresiasi dari berbagai pihak. Namun, tujuan utamanya adalah bagaimana agar warga Surabaya bisa lebih sejahtera ke depannya.

Pelantikan dan rotasi jabatan itu berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 821.22-8571 tahun 2018 tanggal 30 Nopember tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya. Kedua, Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 821.22-8812 Tahun 2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya.

Ketiga, Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 821.23-3152 DUKCAPIL Tahun 2018 tanggal 13 November 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Administrator selaku Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya. Dan keempat berdasarkan Keputusan Walikota Surabaya nomor 821.2/1570/436.8.3/2019 tanggal 8 Februari 2019 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Dengan dilantiknya Kepala Dispendukcapil yang baru, Wali Kota Risma berharap agar layanan kependudukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu, ke depannya supaya lebih meningkat. Dengan begitu, masyarakat yang melakukan pengurusan surat menyurat mendapat layanan yang lebih optimal. “Dengan ini aku berharap, layanan (Dispendukcapil) itu lebih mudah. Jadi masyarakat ndak perlu menunggu lama,” pungkasnya (windhi/by)