Pembaca Kompas Sumbang Jamban Sehat Untuk Surabaya

Sabtu, 09 Feb 2019 | 02.00 WIB

Pembaca Kompas Sumbang Jamban Sehat Untuk Surabaya

Wali Kota Tri Rismaharini bersama Rusdi Amral saat menandatangi kerjasama pembangunan jamban sehat. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial, bekerjasama dengan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas. Kerjasama ini dijalin karena Surabaya ingin bebas dari buang air besar sembarangan. Alhasil, yayasan itu pun mewujudkan pembangunan jamban sehat di beberapa titik di Surabaya. 

Sebenarnya tak hanya di Surabaya saja pembangunan jamban sehat itu dilakukan, tapi di seluruh Indonesia. Namun karena bertepatan Hari Pers Nasional digelar di Surabaya, maka peluncuran jamban sehat itu pun berbarengan dengan momen nasional tersebut.

Disampaikan Kepala Dinas Sosial Surabaya Soepomo, di Surabaya saat ini sudah dibangun 300 jamban sehat untuk warga tak mampu. "Program ini tak saja dijalankan sampai hari ini saja, tapi akan terus menerus," jelas Soepomo.

Lebih lanjut disampaikan Soepomo, pembangunan jamban sehat itu tersebar di seluruh Surabaya. Namun karena peresmiannya bertepatan dengan Hari Pers Nasional, maka ditentukan titik peresmiannya di kawasan Kecamatan Pakal. "Ini merupakan edukasi kepada masyarakat agar tak BAB sembarangan, tapi kini mereka sudah dibuatkan jamban komunal dan jamban pribadi. Dengan begitu, kita mengedukasi masyarakat agar tak langsung BAB di aliran sungai," tambah dia.

Sementara Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Rusdi Amral mengatakan, dana bantuan jamban sehat yang diberikan kepada Pemkot Surabaya berasal dari para pembaca Kompas. Yayasan ini sebagai pengelola dana dari para pembaca kompas. “Ini sebagai tanda cinta pembaca Kompas terhadap Kota Surabaya, kita tahu Surabaya semuanya sudah lengkap, semuanya juga kelihatan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan digulirkannya dana bantuan sanitasi jamban sehat, ke depan masyarakat Surabaya yang masih belum beruntung atau masuk dalam kategori keluarga miskin, tidak lagi BAB di sungai. “Semoga dengan bantuan ini, masyarakat Surabaya yang belum beruntung itu bisa bebas dari buang air besar sembarangan,” pungkas Rusdi. (windhi/by)