Retas Perangkat Pintar Warganya Demi Perkuat Cyber Security

Rabu, 06 Feb 2019 | 20.00 WIB

Retas Perangkat Pintar Warganya Demi Perkuat Cyber Security

ilustrasi (pixabay)


Centroone.com - Peretasan biasanya dilakukan pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuri data atau pemerasan. Di Jepang, peretasan tidak hanya dilakukan hacker jahat tapi juga pemerintah.

Tech Radar melaporkan, pemerintah Jepang baru saja menyetujui undang-undang yang memungkinkan pemerintah untuk meretas ke dalam perangkat pintar milik masyarakat. 

Namun perangkat yang akan diretas adalah perangkat yang diduga tidak aman.  Peretasan akan dilakukan oleh Institut Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (NICT) di bawah pengawasan Departemen Dalam Negeri dan Komunikasi. Mereka akan memulai peretasan dengan menggunakan kata sandi dan kamus kata sandi default - daftar kata sandi yang dikenal - untuk meretas perangkat warga.

Jika dalam peretasan,  perangkat tersebut diketahu lemah atau tidak memiliki perlindungan, pemerintah akan memberi tahu pengguna tentang bagaimana mereka seharusnya mengamankan perangkat mereka dengan benar. Ini mungkin terdengar seperti pelanggaran privasi, tetapi pemerintah Jepang memiliki alasan kuat untuk melakukan ini.

Menurut pemerintah Jepang, jelang Olimpiade 2020, diharapkan infrastruktur IT,   negara Matahari Terbit kuat dan mampu bertahan dari peretas. Berkaca dari peristiwa munculnya virus 'Olympic Destroyer'  di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 yang disebut adalah ulah peretas Rusia, Persiapan pemerintah Jepang cukup masuk akal.  by