Dikecam Akibat Berikan Libur Imlek Tambahan Staf Wanita Jomblo

Selasa, 05 Feb 2019 | 18.00 WIB

Dikecam Akibat Berikan Libur Imlek Tambahan Staf Wanita Jomblo

ilustrasi perayaan imlek (pixabay)


Centroone.com - Sebuah perusahaan pertunjukan di Hangzhaou, China memberikan liburan tambahan kepada para staf wanita di momen Tahun baru China atau Imlek 2019. Namun libur tambahan itu, justru membuat perusahaan tersebut jadi pusat kecaman. Pasalnya libur tambahan itu diberikan agar para staf wanita bisa punya waktu untuk  menemukan pasangan. 

Selain libur nasional Imlek selama seminggu, staf wanita yang memenuhi kriteria bisa meminta cuti tambahan delapan hari pada bulan Februari, serta opsi libur tambahan jika mereka memiliki kencan yang menjanjikan. 

Menurut laporan Shanghaiist, Jika para wanita ini berhasil mendapatkan surat nikah pada akhir tahun ini, maka bonus akhir tahun mereka akan berlipat.  Demikian pengumuman perusahaan itu yang beredar luas di sosial media China.

Meski berniat baik, kebijakan itu jadi masalah. Pasalnya menurut netizen kebijakan itu memberikan tekanan tambahan pada para wanita jomblo.  Di China,ada anggapan wanita yang  berusia di atas 20 tahun dan belum menikah, dianggap "wanita sisa" oleh masyarakat. 

Tekanan ini menjadi sangat intens selama liburan Imlek ketika perempuan yang tidak menikah dipaksa untuk menghadapi pertanyaan dari saudara yang ikut campur dan sering diajak mengikuti kencan buta yang diatur oleh keluarga. 

" Staf wanita kami memiliki lebih sedikit kesempatan untuk bertemu pria secara pribadi karena kategori pekerjaan mereka fokus diatas panggung. Sementara staf laki-laki kami sering pergi untuk urusan bisnis, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menemukan pacar. ” ujar pihak HRD perusahaan tersebut seperti dilansir dari shanghaiist.  by