Merpati Maintenance Facility Buka Praktek Untuk Pelajar Surabaya

Sabtu, 12 Jan 2019 | 01.00 WIB

Merpati Maintenance Facility Buka Praktek Untuk Pelajar Surabaya

Pihak PT Merpati Maintenance Facility saat bertemu dengan Wali Kota Tri Rismaharini. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima Direksi dan jajaran pimpinan PT Merpati Maintenance Facility di rumah dinasnya Jl Sedap Malam, Jumat (11/1/2019). Tentu saja kunjungan itu membawa hal positif bagi Kota Surabaya, khususnya bagi pelajar di Kota Pahlawan ini.

Disampaikan Direktur Utama PT Merpati Maintenance Facility Rowin H Mangkoesoebroto, pihaknya telah membuka peluang tentang kerjasama itu. Dia menawarkan kepada Wali Kota Risma untuk menempatkan beberapa pelajar Surabaya kerja praktek di perusahaannya. Para pelajar itu bisa kerja praktek dan belajar tentang perawatan pesawat, sehingga hal ini menjadi peluang bagi pelajar Surabaya untuk terjun langsung merawat sebuah pesawat.

“Bahkan apabila memang dipandang perlu oleh Bu Wali untuk mengadakan kunjungan kerja, kami siap menerimanya,” kata Rowin saat kunjungan kerja ke rumah dinas.

Menurut Rowin, setiap saat pihaknya bisa menerima siswa-siswa dari SMK atau pun akademi teknik perawatan pesawat se-antero Indonesia. Terkadang, ada satu atau dua sekolah yang menempatkan siswa-siswanya di perusahaannya.

“Pada umumnya, mereka kalau menempatkan siswanya sekitar 30-an, sehingga apabila suatu waktu ada dua sekolah yang menempatkan siswanya, maka bisa sekitar 60 siswa yang ditampungnya. Jadi, kalau pun nanti ada pelajar Surabaya yang ingin kerja praktek, nanti sekitar 60 siswa kami siap,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengaku banyak belajar dari Wali Kota Risma dalam membangun Kota Surabaya. Sebab, dalam waktu singkat dan dengan keterbatasan pendanaan, Wali Kota Risma masih tetap bisa mengembangkan pemerintahan beserta infrastrukturnya. “Ini merupakan inspirasi bagi kami semua. Mudah-mudahan kami juga bisa membanggakan Surabaya,” imbuhnya.

Wali Kota Risma menyambut baik tawaran untuk menempatkan pelajar Surabaya di perusahaan perawatan pesawat. Dia juga menjelaskan, selama ini anak-anak Surabaya yang berhasil menerima beasiswa pilot, pramugari dan teknisi Garuda yang diberikan oleh Pemkot Surabaya, ternyata semuanya bagus dan banyak mendapatkan pujian.

“Mereka itu anak-anak yang tidak mampu, makanya mereka harus 'perang' untuk mendapatkan beasiswa itu, makanya mereka itu bagus-bagus. Bahkan, kemarin yang mendapatkan beasiswa pramugari, awalnya kita hanya diminta 10 orang, tapi karena bagus-bagus, mereka meminta tambah lagi,” kata dia.

Setiap anak Surabaya yang mendapatkan beasiswa itu, biasanya Wali Kota Risma berpesan gajian pertama dari kerjaannya harus disedekahkan atau dibuat membantu orangtua, saudara atau pun orang lain yang membutuhkan. Makanya, ketika ada dua anak penerima beasiswa pilot, yang saat ini sudah bekerja sebagai pilot Citilink datang ke Surabaya bertemu dengan Wali Kota Risma, mereka langsung mendonasikan dana untuk anak-anak di Kampung Anak Negeri.

“Saya selalu berpesan kepada mereka seperti itu,karena mereka sudah menggunakan APBD saat menerima beasiswa dari pemkot. Alhamdulillah mereka memperhatikan itu,” pungkasnya. (windhi/by)