Pergantian Kepala Sekretariat Bawaslu Surabaya, Langgar SK Bawaslu RI

Rabu, 09 Jan 2019 | 13.05 WIB

Pergantian Kepala Sekretariat Bawaslu Surabaya, Langgar SK Bawaslu RI

Novli Thyssen, Koordinator KIPP Jatim (windhi/centroone)


Centroone.com- Ada kabar jika Sekkota Surabaya mengeluarkan surat keputusan untuk menarik ASN-nya Alfa Virta Rachmawan S.Sos dari jabatannya sebagai Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya. Lalu jabatan itu diisi ASN Pemkot Surabaya Bagus dari Dinas Koperasi. Hal ini pun mendapat tanggapan banyak pihak, karena itu dinilai sangat berpotensi menghambat penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019.

Salah satu yang menanggapi persoalan itu adalah Novli Thyssen selaku Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jatim. Pasalnya, disampaikan Novli, sesuai SK Bawaslu RI, keberadaan Alfa Virta Rachmawan masa jabatannya hingga Pilpres 2019 usai. Ditambahkannya, surat penarikan yang dikeluarkan Sekkota Surabaya yang kemudian spontan dilakukan penggantian itu bertentangan dengan surat Kemendagri 800/6890/OTDA tanggal 30 Agustus 2018, dengan tembusan Kepala Daerah.

“Surat Kemendagri itu ditujukan kepada seluruh Bawaslu Kab/Kota yang ditembuskan ke kepala daerah, yang isinya agar tidak menarik pejabat ASN-nya yang diperbantukan. Saya mengira Sekkota belum mengetahui ini,” terang Novli.

Novli juga mengatakan, bahwa SK Sekkota Surabaya sangat berpotensi mengganggu jalannya tahapan Pileg dan Pilpres, terutama yang berkaitan dengan kesekretariatan, karena pejabat yang ditarik dan yang baru, sama-sama tidak berani berbuat apa-apa.

 “Keduanya tidak berani menandatangani surat apapun, termasuk soal pencairan gaji untuk siapapun. Karena yang lama sudah ditarik, sementara yang baru belum memiliki SK pengangkatan resmi dari Bawaslu pusat, artinya semuanya bisa mendeg,” tegas Novli.
Untuk itu, Novli meminta kepada Sekkota Surabaya untuk mengkaji ulang dan bila perlu menarik SK penarikan Alfa Virta Rachmawan S.Sos dari jabatannya sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya, karena dampaknya sangat fatal.

Sementara Alfa Virta Rachmawan yang saat ini telah berstatus mantan Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Surabaya dan telah kembali ke kantor Bakesbang Linmas Surabaya, mengatakan jika dirinya mengaku telah menerima surat penarikan dari Sekkota Surabaya tertanggal 4 Januari 2019. “Sebagai PNS, tentu saya akan mematuhi dan mengikuti surat dari Sekkota, hanya saja saya sempat menyampaikan pertanyaan kepada pimpinan (Eddy Chris Kepala Bakesbang Linmas, red). Apakah hal ini tidak bertentangan dengan aturan dari Kemendagri, karena SK dari Bawaslu RI untuk saya, masa jabatannya sampai Pilpres 2019 selesai. Jawabnya, saya diminta mengikuti saja surat Sekkota,” beber Alfa.

Sementara dari hasil konsultasi dengan Plt Kasek Bawaslu Jatim, menyatakan bahwa Alfa tetap menjabat Kasek, sebelum SK Bawaslu RI tentang pemberhentian dirinya dan pergantian diturunkan. “Posisi saya sekarang tergantung, sudah kembali ke Bakesbang tetapi sesuai SK Bawaslu RI saya masih berstatus Kasek Bawaslu Surabaya dan masih menerima gaji, ini kan membingungkan saya karena tidak berani bertindak apapun,” tuturnya.

Namun Alfa Virta Rachmawan juga mengatakan jika dirinya tidak keberatan jika posisinya diganti dan akan tetap patuh serta taat dengan SK atasannya, hanya saja sebaiknya mengikuti proses dan tahapan sebagaimana mestinya. “Saya nggak apa-apa diganti, tapi jangan seperti ini, karena membingungkan saya, karena posisi saya tergantung,” pungkasnya.

Kabarnya, pergantian dirinya ini karena ada pengajuan dari salah satu komisioner Bawaslu Surabaya. Alfa juga menemukan salinan surat permohonan ke Pemkot Surabaya terkait pengajuan dari salah satu komisioner ke Pemkot Surabaya. (windhi/by)