Surabaya Akan Integrasikan Program Transportasi Kota

Sabtu, 05 Jan 2019 | 02.00 WIB

Surabaya Akan Integrasikan Program Transportasi Kota

Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana menegaskan, peluncuran 10 unit Suroboyo Bus tambahan merupakan program berkesinambungan moda transportasi kota yang disiapkan Pemkot Surabaya. Pengembangan operasional Suroboyo Bus akan dipadukan dengan angkutan kota (Angkota).

Dia mengatakan, Suroboyo Bus itu akan menghubungkan Surabaya sisi selatan dengan utara. Untuk penghubung Surabaya sisi timur dan barat masih bisa dengan monorail atau elevated yang melintasi  track yang dibangun di atas jalan.

"Sementara ini untuk rute Surabaya Timur ke Barat bisa dengan Suroboyo Bus. Karena membangun track monorail juga butuh waktu serta anggaran yang tidak sedikit,” sambung Bapaknya Bonek ini.

Keberadaan armada Angkota (bemo/lyn) dibutuhkan sebagai feeder (angkutan pengumpang, red) yang beroperasi dalam perkampungan. Sehingga warga yang hendak berpergian dengan kendaraan umum tanpa harus menunggu waktu lama. Sewaktu-waktu ada armada Angkota yang bisa dicegat di perkampungan, untuk membawa ke jalan protokol yang dilalui Bus Suroboyo sebagai moda transportasi lanjutan.

Peremajaan armada Angkota menjadi keharusan supaya pengguna jasa transportasi ini nyaman. Pastinya lengkap dengan penyejuk udara. Pemkot sendiri sudah berkomunikasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Surabaya sebagai gabungan organisasi pengusaha angkutan darat berikut paguyuban lyn.

“Sekarang ini ada 80 rute atau trayek lyn. Cuma tidak semuanya efektif. Sesuai koordinasi, rencananya 80 rute dalam kota ini akan dipadatkan menjadi 40 saja. Setelah itu, peremajaan armada Angkota bisa dilakukan,” sambung Whisnu yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Pengusaha atau pemilik armada Angkota yang sekarang ada tidak perlu mengkhawatirkan sumber pendanaan pengadaan unit baru. Dunia Perbankan akan melirik menawarkan pendanaan. Saat ini yang sudah memastikan kesanggupan adalah Bank Jatim.

Cicilan ke bank bisa menggunakan hasil pengoperasian armada baru. Pemkot menjamin pengusaha akan bisa cepat mendapatkan modalnya kembali (break event point) serta keuntungan (margin). Pemilik armada tak perlu mengkhawatirkan kesulitan membayar cicilan. Sebab, sistem pengoperasian armada untuk masuk dan keluar kampung akan ditentukan.

“Awak tiap unit armada Angkota akan mendapatkan subsidi bahan bakar dan pendapatan pengemudi. Prinsipnya, armada harus tetap beroperasi masuk dan keluar kampung. Dengan seperti ini, warga yang akan berpergian tidak menunggu lama, dan awak Angkota tidak akan gegeran lagi dengan ojek online (Ojol).  Jadi warga di kampung bisa memilih sendiri moda transportasi yang dikehendaki,” rinci Whisnu.

Bahkan Whisnu membayangkan pemilik armada Angkota akan berkreasi menciptakan kenyamanan dengan mendesain interior mobil dengan pernak-perniknya. Begitu juga dengan melengkapi musik yang mampu menguatkan kesan nyaman.

Ada syarat yang dibebankan ke pengusaha atau pemilik armada Angkota. Apa itu? Harus memiliki badan hukum. “Untuk badan hukum tidak harus PT. Pemilik armada bisa membentuk koperasi. Koperasi ini yang akan memberikan jaminan pemberian kredit kepemilikan kendaraan. Yang menjamin pencairan dari pihak bank,” ulas Whisnu yang disebut banyak pihak sebagai calon kuat wali kota Surabaya.

Keberadaan koperasi juga menyediakan suku cadang yang pembayarannya bisa dengan cara mencicil. “Tadi kan rencananya Cuma ada 40 rute. Misalkan tiap satu rute ada dua bengkel khusus armada Angkota, ini kan sudah membuka peluang kerja. Ada tenaga mekanik, bisa dari lulusan SMK jurusan mesin yang terserap,” tutupnya. (windhi/by)