Pengguna Aplikasi di Indonesia Utamakan Kenyamanan Daripada Keamanan

Minggu, 30 Sep 2018 | 18.00 WIB

Pengguna Aplikasi di Indonesia Utamakan Kenyamanan Daripada Keamanan

ilustrasi aplikasi di dunia digital (pixabay)


Centroone.com - Di era digital seperti saat ini, aplikasi adalah hal yang lumrah dan jadi bagian kehidupan digital masyarakat.  Dengan berbagai macam fungsi dan jenis, aplikasi membantu pengguna perangkat digital - terutama smartphone. 

Konsumen di Asia Pasifik saat ini rela mengorbankan kenyamanan dalam menggunakan aplikasi demi keamanan. Ini berdasarkan sebuah studi yang dilakukan F5 Networks bersama dengan YouGov serta melibatkan 3.700 responden di tujuh negara yakni Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Filipina, dan Singapura.

Untuk Kawasan Asia Pasifik, keamanan tetap menjadi pertimbangan utama, apapun aktivitas digital mereka. Hal ini terlihat dari 54 persen responden yang memprioritaskan keamanan dibanding kenyamanan. Faktanya, hampir setengah (46 persen) menyatakan, pengalaman yang lebih aman akan menjadi faktor terbesar dalam meningkatkan pengalaman digital mereka selama lima tahun ke depan. 

Bahkan, konsumen di kawasan ini tidak memberi ampun jika terjadi sesuatu terkait keamanan. Hampir tiga dari lima responden memilih untuk tidak lagi menggunakan sebuah aplikasi jika keamanan data mereka jadi taruhannya.

Situasi berbeda terjadi di kalangan konsumen Indonesia di mana kenyamanan lebih berharga ketimbang kenyamanan, serta cenderung haus pengalaman baru ketimbang menggunakan aplikasi yang aman. Ini terlihat dari 47 persen responden Indonesia yang masih tak puas dengan keseluruhan pengalaman menggunakan aplikasi. 

Secara keseluruhan, hanya 49 persen konsumen Indonesia yang lebih mengutamakan aspek keamanan ketika menggunakan aplikasi. Sementara hanya 37 persen milenial Indonesia, yang merupakan demografi pengguna aplikasi terbesar, memprioritaskan keamanan.

Konsumen negara berkembang seperti Indonesia, India dan Filipina mengadopsi dunia digital dengan amat cepat. Mereka memprioritaskan kenyamanan. Sementara konsumen dari negara yang lebih maju seperti Australia dan Singapura, memprioritaskan keamanan.

Sebanyak 14 persen pengguna dari Indonesia, India, dan Filipina memprioritaskan kenyamanan ketimbang keamanan. Adapun pengguna asal Australia (63 persen) dan Singapura (67 persen) mendahulukan keamanan ketimbang kenyamanan.   by