Tambahan Honor Untuk Dorong Kualitas Bunda PAUD

Rabu, 26 Sep 2018 | 23.00 WIB

Tambahan Honor Untuk Dorong Kualitas Bunda PAUD

ilustrasi (pixabay)



Centroone.com - Pemkot Surabaya terus melakukan peningkatan kualitas tenaga pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini dipancing dengan pemberian kenaikan honor.

Mulai Oktober 2018, honor para Bunda PAUD akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per orang. Disampaikan Agustin Poliana, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD kota Surabaya tahun 2018, telah disepakati penambahan anggaran untuk honor 12 ribu Bunda PAUD dan guru–guru sekolah Taman Kanak-Kanak se-Surabaya. “Jika PAK sudah disahkan, maka Oktober ada kenaikan honor dan sudah bisa diterima,” ungkap Agustin Poliana.

Agustin menjelaskan, selama ini para Bunda Paud mendapat honor Rp300 ribu per bulan dan sekarang dinaikkan Rp100 ribu per bulan menjadi Rp400 ribu. “Kenaikan ini untuk para Bunda PAUD, guru ngaji dan sekolah minggu yang semula mendapat Rp300.000 sekarang menjadi Rp400.000. Tapi untuk guru-guru TK dan TPQ (Taman Pendidikan Quran, red) tidak sebanyak itu kenaikannya,” kata Agustin yang akrab dipanggil mbak Titin.

Politisi PDI Perjuangan ini memaparkan, bantuan Pemkot Surabaya untuk honor para guru TK dan TPQ setiap bulan kenaikannya sebesar Rp100 ribu atau menjadi Rp250 ribu dari honor semula yang mendapat Rp150 ribu per bulan. Pertimbangannya, lanjut Titin, karena pihak sekolah TK juga memungut biaya kepada wali murid untuk biaya operasional sekolah termasuk gaji para tenaga pengajarnya.

“Kalau di TK kan, biasanya pihak sekolah juga memungut biaya ke wali murid, sehingga bantuannya lebih kecil dibanding bunda PAUD,” jelasnya.

Dia berharap dengan penambahan honor para tenaga pengajar untuk sekolah usia dini ini, bisa menjadi motivasi bagi pengajar dalam meningkatkan mutu dan kualitas mengajar. “Pemerintah sangat konsen dengan pendidikan anak. Kita akan sesuaikan terus insentif tenaga pengajar agar bisa meningkatkan mutu dan kualitas mengajar,” pungkasnya. (windhi/by)