Riset : 2023, Perusahaan Logistik Target Wujudkan Same-day Delivery

Senin, 24 Sep 2018 | 12.00 WIB

Riset : 2023, Perusahaan Logistik Target Wujudkan Same-day Delivery

Lim Fang How, Regional Director Asia Tenggara, Zebra Technologies Asia Pacific (Centroone)



Centroone.com - Zebra Technologies Corporation  baru-baru ini mengungkapkan hasil riset bertajuk Future of Fulfilment Vision Study untuk wilayah Asia Pasifik. Studi tersebut menganalisis cara perusahaan-perusahaan manufaktur, transportasi dan logistik (T&L), serta para pebisnis ritel mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi on-demand yang terus berkembang.

Riset tersebut mengungkapkan bahwa 67% perusahaan logistik berharap dapat menyediakan layanan pengiriman di hari yang sama (same-day delivery) di tahun 2023 dan 55% mengharapkan dapat melakukan pengiriman dalam selang waktu dua jam di tahun 2028. Selain itu, 96% responden survei berharap untuk dapat menggunakan pengiriman dengan metode urun daya (crowdsourcing) atau memanfaatkan jaringan pengemudi, yang memungkinkan mereka membuat pilihan guna menyelesaikan pengiriman tertentu di tahun 2028. 

Sebanyak 92% responden menyebutkan investasi modal dan biaya operasional untuk menerapkan operasi omnichannel sebagai tantangan utama. Hanya 42% responden di sisi rantai pasokan (supply chain) yang melaporkan bahwa mereka saat ini telah beroperasi pada tingkat omnichannel. Sebaliknya, sekitar 73% konsumen berbelanja dari  beberapa channel yang berbeda. Sementara itu di tahun 2023, 99% pebisnis ritel berencana menerapkan sistem pembelian secara online/pengambilan di toko sehingga proses pemenuhan pengiriman barang menjadi lebih lancar.

Di Kawasan Asia Pasifik, 93% responden setuju bahwa menerima dan mengelola pengembalian produk masih menjadi tantangan. Sistem logistik untuk pengembalian barang masih belum berkembang dan masih ada peluang yang signifikan untuk pengembangan lebih lanjut. Saat ini, 58% pengusaha ritel menagihkan biaya tambahan untuk pengembalian, dan 71% tidak berencana untuk mengubah kebijakan ini di masa depan. Sementara itu, 71% responden survei setuju bahwa semakin banyak pengusaha ritel akan mengubah toko mereka menjadi pusat pemenuhan fulfilment yang dapat menangani pengembalian produk.

Saat ini, 55% perusahaan masih menggunakan proses manual berbasis pena dan kertas yang tidak efisien dalam melakukan aktivitas logistik omnichannel. Di tahun 2021, komputer mobile genggam dengan pemindai barcode akan digunakan oleh 99% responden untuk logistik omnichannel. Peningkatan dari metode manual berbasis pena dan kertas ke komputer genggam atau tablet dengan pemindai barcode  akan meningkatkan logistik omnichannel melalui penyediaan akses real-time yang semakin besar ke sistem manajemen gudang.

" Penelitian Future of Fulfillment Vision Study yang dilakukan oleh Zebra menemukan bahwa 95% responden survei di Asia Pasifik sepakat bahwa bisnis e-commerce mendorong kebutuhan akan pengiriman yang lebih cepat. Menanggapi hal tersebut, perusahaan-perusahaan beralih ke teknologi digital dan analitik untuk menghadirkan otomasi, visibilitas barang dagangan dan intelijen bisnis yang lebih tinggi ke dalam rantai pasokan sehingga meraka dapat bersaing di era ekonomi konsumen on-demand.” tukas Lim Fang How, Regional Director Asia Tenggara, Zebra Technologies Asia Pacific. by