Harmonisnya UCLG ASPAC, Pemilihan Presiden Tanpa Voting

Jumat, 14 Sep 2018 | 21.00 WIB

Harmonisnya UCLG ASPAC, Pemilihan Presiden Tanpa Voting

Wali Kota Risma mendapat ucapan selamat dari presiden lama UCLG ASPAC Won Hee-ryong (windhi/centroone)


Centroone.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi jadi presiden  United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (ASPAC) periode 2018-2020. Pemilihan presiden baru ini sekaligus mengakhiri forum resmi kongres ke-7 UCLG ASPAC di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jumat (14/9/2018).

Disampaikan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan, Wali Kota Risma terpilih secara aklamasi dalam pemilihan presiden ini. Bahkan, dalam pemilihan ini tidak ada voting, karena di Asia Pasifik itu selalu harmoni dan UCLG ASPAC juga selalu menghindari voting, sehingga proses pemilihannya sangat cepat.

“Alasan utamanya mereka memilih Bu Risma karena memang beliau sudah terkenal bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat internasional,” kata Bernadia seusai pemilihan.

Selain itu, kepemimpinan Wali Kota Risma dalam merubah Surabaya juga sangat diakui oleh dunia, terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diraih oleh Surabaya selama dipimpin Wali Kota Risma. “Banyak yang sudah tahu kinerja Bu Risma ini sangat luar biasa, dari dulunya Surabaya yang kotor dan panas, kini berubah menjadi bersih dan dingin,” ujarnya.

Oleh karena itu, banyak daerah dari berbagai negara berharap dengan terpilihnya Wali Kota Risma ini bisa membawa perubahan dan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di berbagai negara.

Sementara Wali Kota Risma yang menjabat presiden baru UCLG ASPAC mengaku akan langsung tancap gas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang diprioritaskan. Sebab, jabatannya hanya dua tahun, dan itu terbilang pendek. “Makanya, nanti saya akan mengambil program-program yang diprioritaskan dulu, karena waktunya hanya 2 tahun,” kata dia.

Adapun beberapa progran yang akan menjadi prioritas Wali Kota Risma adalah terkait masalah anak-anak dan pendidikannya. "Selain itu juga ada kemiskinan, good government, serta global warming," jelasnya. (windhi/by)