Ganggu Satwa Asli, Kota Ini "Haramkan" Keberadaan Kucing

Selasa, 11 Sep 2018 | 14.00 WIB

Ganggu Satwa Asli, Kota Ini

Ilustrasi (pixabay)



Centroone.com - Ketika di tempat lain kucing disayang dan selalu punya tempat khusus di rumah, sebuah kota kecil di Selandia baru berniat melarang keberadaan kucing di kota tersebut. Pemerintah Omaui - nama wilayah tersebut bukan tanpa alasan "memusuhi" kucing. Pasalnya hal tersebut demi melindungi satwa liar asli wilayah tersebut yang sering jadi korban serangan kucing. 

Saat ini para kucing masih diijinkan tinggal di wilayah tersebut, namun pemiliknya diharuskan mensterilisasi kucing, memasang chip pelacak, dan mendaftarkan kucing ke otoritas setempat. Selain itu mereka juga diwajibkan mengawasi kucing peliharaan mereka sampai kucing itu mati.  Kedepan, kucing juga bakal jadi hewan "haram" di kota tersebut dengan mereka yang ingin membeli atau memelihara kucing bakal dianggap melawan undang-undang pengawasan hama setempat. 

"Kucing anda bisa tetap hidup di Omaui. Tetapi ketika kucing itu mati, anda tidak dapat mencari penggantinya., "kata manajer operasi biosafety Omaui, Ali Meade kepada Newshub.

Selain aturan tersebut, otoritas setempat juga memasang kamera pengawas untuk memantau aktivitas kucing yang bisa menimbulkan kerusakan flora dan fauna asli. "Ada kucing masuk ke semak-semak dan menerkam burung, memakan serangga, reptil dan semuanya. Yang mereka lakukan merusak siklus alam, " tambah Ali lagi. 

Omauri yang memiliki luas 230 hektar, wilayahnya terdiri dari hutan dan dataran rendah serta menjadi rumah sejumlah spesies burung. by