Perda Reklame Perlu Pemisahan Antara Pajak Dan Penyelenggaraan

Kamis, 30 Ags 2018 | 23.00 WIB

Perda Reklame Perlu Pemisahan Antara Pajak Dan Penyelenggaraan

Wakil Walikota Whisnu Sakti Buana. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Reklame yang dimiliki Kota Surabaya sudah berumur lebih dari lima tahun. Untuk itu, perlu revisi pada Perda itu agar relevan dan sesuai dengan kondisi saat ini. Hal ini juga demi penataan reklame dan pendapatan dari sektor pajaknya.

Saat ini, Pemkot Surabaya tengah menata keberadaan reklame, agar regulasi terhadap papan reklame itu lebih ketat. Disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, bahwa salah satu penataan Perda itu agar terpisah antara pajak reklame dan penyelenggaraan reklame. “Kita mengusulkan agar pajak dan penataan reklame supaya Perdanya dipisah. Karena sudah ada Perda tentang Pajak Reklame,” ujar Whisnu.

Menurut dia, melalui Raperda inisiatif yang tengah dibahas DPRD ini nantinya bisa lebih menata keberadaan reklame di Kota Surabaya. "Dulu kan Surabaya ini bak hutan reklame. Tapi sekarang kan sudah nggak," katanya.

“Nantinya kalau bisa, agar lokasi-lokasi yang diizinkan untuk reklame bisa lebih tertata. Tidak membahayakan warga yang tinggal di lokasi sekitar reklame," tambah politisi PDI Perjuangan ini.

Whisnu juga berharap, apabila regulasi itu sudah diresmikan, para pengusaha reklame menjadi lebih tertib dan patuh. "Baik secara dimensi reklame, tinggi, lebar, zonasi maupun hal-hal lain yang sudah diregulasi kelak," pungkasnya. (windhi/by)