Pemkot Surabaya Didesak Segera Cairkan Gaji Ke-13

Kamis, 30 Ags 2018 | 01.00 WIB

Pemkot Surabaya Didesak Segera Cairkan Gaji Ke-13

Rapat terkait pencairan gaji ke-13. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Ketua DPRD Surabaya Armudji dan Komisi A memanggil Tim Anggaran Kota Surabaya, Rabu (29/8/2018). Hal ini terkait belum dicairkannya gaji ke-13 sesuai anjuran pemerintah pusat saat Ramadhan lalu. Sementara daerah lain sudah ada yang mencairkannya pada Juli 2018.

Pihak dewan ingin mengetahui kenapa Pemkot Surabaya sampai saat ini belum mencairkannya. Padahal APBD Surabaya tak kekurangan untuk membayarkan hal tersebut karena APBDkota ini mencapai Rp8 triliun. Armudji tentu saja ingin mempertanyakan itu.

Sementara hearing itu dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono, Kepala Bappeko Ery Cahyadi, Kepala Dindik Ikhsan, Kepala BKD Mia Santi Dewi dan pejabat lainnya.

Armudji menegaskan, jika hak pegawai ditahan tentu kasihan. Sebab uang itu sangat diharapkan bagi pegawai level bawah yang gajinya kalah dibanding pejabat pemkot. Tentunya, gaji ke-13 itu juga sangat diharapkan saat awal masuk sekolah ini.

"Segera cairkan karena itu ada payung hukumnya berupa instruksi menteri. Semua daerah juga sudah ada yang mencairkannya karena itu tak melanggar aturan," desak wakil rakyat Surabaya ini.

Sementara Kepala BPKPD Kota Surabaya Yusron Sumartono mengaku, pihaknya perlu konsultasi ke pusat. Sebab sesuai amanah PP 18/2018 tentang pencairan gaji ke-13 dibayarkan lengkap dengan tunjangan kinerja, bukan gaji pokok saja.

Untuk itulah pemkot tak mau ambil resiko terkait pencairan gaji tersebut. "Sebab sesuai PP, gaji bonus ini harusnya lengkap dengan komponen tunjangan. Daerah lain pencairanya ada yang pokok saja. Kalau memang dikehendaki dicairkan, kami akan bawa ke rapat pimpinan Tim Anggaran Pemkot Surabaya. Tapi ketua Tim Anggaran Pak Sekda baru 5 September pulang haji. Setelahnya akan bisa dicairkan," beber Yusron. (windhi/by)