Tim REPGY ITS dan Tim Infinite Menangkan Think Efficiency 2018

Minggu, 26 Ags 2018 | 17.00 WIB

Tim REPGY ITS dan Tim Infinite Menangkan Think Efficiency 2018

Tim REPGY ITS (Centroone)


Centroone.com - Setelah melalui proses seleksi dan penetapan finalis, Think Efficiency 2018 - Kompetisi yang diselenggarakan bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) menetapkan pemenangnya. 

Pada tahap final - dari enam tim yang berhasil masuk ke babak final - dewan juri akhirnya memutuskan dua tim Inovator Untuk kategori Energi, tim REPGY (Recycled Panel Eco Energy) dari Institut Teknologi Sepuluh November.  Tim yang terdiri dari Bagas Pramana sebagai ketua penelitian, Reza Aulia, Rafif Nova dan M. Afif ini berhasil menciptakan panel ondrivoltaik yang terinstalasi dengan sel ondri sebagai pemanen panas matahari menjadi listrik untuk pemenuhan kebutuhan listrik konvensional yang murah dan mandiri di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).  REPGY memiliki tingkat efisiensi yang mampu bersaing, lebih stabil, dan lebih murah jika dibandingkan dengan sel surya berbasis silikon. 

Sementara untuk kategori Tribologi, juara pertama dimenangkan oleh Tim Infinite dengan lasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan program studi Teknik Informatika, berhasil mengurangi hilangnya energi dan biaya yang ditimbulkan oleh gesekan pada excavator pada system hydraulic maupun joint. Dengan berkurangnya gesekan tersebut, maka penggunaan bahan bakar pada komponen hydraulic dan keausan joint dapat berkurang, sehingga meningkatkan efisiensi pada excavator secara keseluruhan.

Kedua pemenang berhasil meyakinkan para juri yang berasal dari pakar energi dan tribologi. Panelis di kategori Energi adalah Syarif Riyadi, PhD praktisi industry dan co-founder EnergyAcademy Indonesia, Dr. Deendarlianto dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri Univer sitas Gadjah  Mada UGM, dan Ahmad Yuniarto Founder dan Chairman Biru Peduli foundation akan menjadi panelis di kategori Energi.  Sementara Panelis di kategori Tribologi adalah ahli tribologi perawatan dan konversi energi asal Institut Teknologi Bandung Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, perekayasa BPPT Barman Tambunan, PhD dan praktisi tribologi Nugraha Kartasasmita. 

Ajang penghargaan inovasi ini menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan. Untuk aspek originalitas, penilaian meliputi: tujuan, ide yang mendasari, dan keunggulan konsep. Sementara untuk aspek produk, penilaiannya meliputi: desain, kerangka berpikir, proses pembuatan, biaya, dan cara kerja. Penilaian pada aspek dampak meliputi dampak terhadap efisiensi dan ekonomi. Terakhir pada aspek keberlanjutan, penilaiannya meliputi: potensi produk bermanfaat dan bersaing dalam jangka panjang, arah dan strategi pengembangan, dan hambatan/faktor utama dalam pengembangan.
 
" Ide-ide inovasi dari anak bangsa yang hadir dalam kompetisi ini luar biasa kreatif dan inovatif. Karya-karyanya menggambarkan potensi anak bangsa dalam melahirkan inovasi, mulai dari ide-ide dasar sains hingga produk aplikatif yang dapat dijual ke pasar dan berguna bagi masyarakat, yang kemudian mengarah menuju kemandirian teknologi nasional. Selanjutnya bagaimana kita mengarahkan & mendukung potensi para innovator ini. Kami berharap kompetisi seputar inovasi energi dan tribology ini dapat terus diselenggarakan untuk memotivasi anak bangsa dalam mengembangkan produk inovatif dan" tukas Dr. Syarif Riyadi mewakili dewan juri.  by