PCNU Doakan Warga Surabaya Dijauhkan Dari Bencana

Selasa, 14 Ags 2018 | 22.00 WIB

PCNU Doakan Warga Surabaya Dijauhkan Dari Bencana

Pembacaan sholawat nariyah oleh JASNU Kota Surabaya di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo.(Windhi/Centroone)


Centroone.com - Ratusan warga nahdliyin menggelar sholawat nariyah bersama Jamaah Sholawat Nariyah Nahdlatul Ulama (JASNU) PCNU Kota Surabaya di kawasan Sememi. Dalam kesempatan kali ini, jamaah Sholawat Nariyah mendapat doa langsung dari Ketua PCNU Kota Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri dari Tanah Suci Mekkah melalui sambungan langsung jarak jauh.

Muhibbin yang sedang melaksanakan ibadah haji itu juga mendoakan agar Kota Surabaya dijauhkan dari bencana dan warganya diberi keselamatan. Orang nomor satu di NU Kota Surabaya itu memberi apresiasi kepada warga Kota Surabaya yang tak putus menjalankan tradisi Ahlussunah Wal Jamaah An Nahdliyah seperti sholawat, zikir dan ziarah kubur. Karena dengan begitu, akan menambah keimanan dan ketakwaan warga Kota Surabaya.

"Saya bangga dengan warga Kota Surabaya, meskipun mereka tinggal di kota Metropolis. Tapi tetap menjaga dan menjalankan tradisi agama. Insya Allah, Kota Surabaya dijauhkan dari bencana,” tutur pria yang akrab disapa Cak Ibin itu, Selasa (14/8/2018) dini hari.

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) ini juga berdoa agar kontestasi politik nasional yang sudah di depan mata tidak menjadi sumber perpecahan. Dirinya mengimbau diantara warga dan pendukung calon presiden saling menghormati perbedaan dan pilihan politik masing-masing.

Bagi Muhibbin, politik NU adalah politik kebangsaan. Karena itu kemaslahatan umat menjadi yang utama dibanding jabatan atau kekuasaan. Pihaknya juga mengimbau warga NU tidak golput dan memilih pemimpin yang terbaik.

"Warga NU tidak boleh bertengkar karena Pilpres, tapi juga tidak boleh pasif apalagi golput,” tutur kader NU bergelar Doktor itu.

Sementara itu, Ali Mahfudz, Jamaah Sholawat Nariyah NU (JASNU) mengungkapkan, dirinya sebagai tuan rumah kegiatan pembacaan sholawat nariyah merasa terharu dengan keikhlasan para jamaah yang datang dari seantero Kota Surabaya. Mereka dengan penuh keikhlasan meluangkan waktu hadir di kegiatan sholawat rutin mingguan tersebut.

Ali yang juga dikenal sebagai jurnalis ini berharap, dengan adanya pembacaan sholawat nariyah ini akan mendinginkan suhu politik yang memanas menjelang Pilpres 2019. Dirinya berharap warga NU tidak terpecah dan terkotak-kotak karena perbedaan pilihan politik.

"Saya yakin warga NU sudah cerdas, tahu siapa yang harus dipilih. Karena itu, saya berharap situasi politik tetap kondusif. Kalau memanas, mari kita dinginkan dengan membaca sholat nariyah,” tandas Ali. (windhi/by)