Blockchain-Teknologi Digital Berperan Majukan Ekonomi Petani

Selasa, 31 Jul 2018 | 12.00 WIB

Blockchain-Teknologi Digital Berperan Majukan Ekonomi Petani

Chatib Basri bersama CEO HARA, Regi Wahyu serta sejumlah petinggi HARA lainnya (HARA)


Centroone.com - Menurut data WorldBank, sebanyak 13,95% Produk Domestic Bruto (PDB) Indonesia berasal dari sektor pangan dan pertanian yang berjumlah USD 129.6 miliar. Namun sebagai negara agraris, beragam tantangan juga dihadapi oleh Indonesia, antara lain produktivitas padi dari petani Indonesia yang masih rendah (14,5% lebih rendah dibanding Vietnam) yang menjadikan biaya produksi menjadi yang termahal se-Asia menurut data dari International Rice Research Institute (IRRI).  

Beragam tantangan ini antara lain bersumber dari adanya ketidakmerataan data dan ketidakseragaman informasi terkait dengan kapasitas, pasar dan pembiayaan bagi seluruh pemain di sektor pertanian. Dalam hal ini berkembangnya teknologi Blockchain dapat menjadi solusi bagi tantangan riil yang dihadapi Indonesia dalam sektor ini.

Sebagai salah satu ekonom terpandang di Indonesia, Chatib Basri yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada kabinet Indonesia Bersatu II melihat peran krusial teknologi blockchain dalam meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.

“Pengembangan blockchain dan teknologi digital tidak diragukan lagi akan membantu mendorong perekonomian Indonesia melalui penyederhanaan birokrasi, memotong biaya transaksi, dan membuat proses transaksi menjadi lebih cepat. Dalam hal ini HARA blockchain akan membantu petani di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas mereka, memotong biaya transaksi dan meningkatkan pendapatan mereka. Saya merasa terhormat untuk menjadi bagian dari petualangan ini sebagai penasihat untuk HARA,” ujar Chatib Basri yang baru saja bergabung sebagai Board of Advisor HARA.

HARA merupakan pertukaran data berbasis blockchain di sektor pangan yang beroperasi sejak tahun 2015. HARA menyediakan akses bagi petani dan semua pegiat dunia pertanian agar dapat mengakses data yang sesuai dan transaksi. HARA memperoleh data pangan berupa Know Your Costumer (KYC), petani, tanah, data cuaca di berbagai provinsi di Indonesia dengan keuntungan untuk membantu instansi keuangan dan penyaluran pinjaman di dalam perkembangan pasar, serta menguji mekanisme pembayaran insentif untuk memastikan penggunaan berkelanjutan dari aplikasi HARA.

HARA percaya bahwa penggunaan teknologi blockchain dapat merevolusi sektor pertanian melalui ketersediaan data dan pemerataan informasi dan karenanya mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian baik pemerintah, instansi keuangan, dan organisasi non-profit untuk bergabung dalam ekosistem HARA yang berkelanjutan.

“Kami merasa sangat terhormat dapat dibimbing secara langsung oleh Dr. Basri dalam usaha menciptakan terobosan terbaru melalui teknologi blockchain yang akan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Indonesia dan mendukung Indonesia mencapai visinya sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045,” ujar CEO HARA, Regi Wahyu. by