Surabaya Kembali Dinobatkan Kota Layak Anak

Selasa, 24 Jul 2018 | 18.29 WIB

Surabaya Kembali Dinobatkan Kota Layak Anak

Wali Kota Risma saat menerima penghargaan yang diserahkan Menteri PPPA RI Yohana Yambise. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Surabaya patut berbangga, sebab untuk kali kedua Kota Pahlawan mendapat nilai tertinggi untuk kategori utama Kota Layak Anak (KLA). Untuk itu, Surabaya kembali meraih gelar itu setelah tahun sebelumnya, 2017 juga mendapat anugerah bergengsi tingkat nasional yang sama.

Wali Kota Tri Rismaharini menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise di Gedung Dyandra Convention Hall Surabaya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tahun ini Kota Surabaya mendapat nilai lebih tinggi dibandingkan dengan tahun kemarin. Menurutnya, tujuan utamanya bukanlah untuk mendapatkan penghargaan, namun bagaimana bisa mewujudkan hak-hak anak Surabaya bisa terpenuhi.

“Alhamdulillah walau (Surabaya) dapat penghargaan, namun tujuannya anak-anak Surabaya bisa berhasil dan sukses,” kata Wali kota Risma.

Kendati demikian, lanjut Wali Kota Risma, Pemkot Surabaya akan terus berupaya mewujudkan bagaimana anak-anak Surabaya bisa memperoleh haknya. Seperti bagaimana anak Surabaya bisa memperoleh pendidikan, kesehatan dengan layak dan hak-hak untuk bermain.

“Saya kepingin semua anak Surabaya bisa bersekolah tanpa dia ketakutan bisa membayar atau tidak, tanpa ketakutan nanti bisa melanjutkan apa tidak. Jadi itu yang saya coba agendakan, kita rancang, supaya tidak ada lagi anak Surabaya putus sekolah,” terangnya.

Disampaikan Wali Kota Risma, berbagai indikator menjadi pertimbangan penting dalam penilaian Kota Layak Anak. Tidak hanya fasilitas, namun juga berbagai hal yang diputuskan. Seperti bagaimana penanganan permasalahan terhadap anak. “Saat begitu ada kejadian kita dampingi (anak-anak) itu mulai dari rumah sakit, hingga ke rumah-rumah kita dampingi terus, sampai di sekolah pun kita dampingi,” ujar Wali Kota Risma, yang sangat concern terhadap anak-anak ini.

Wali Kota Risma menuturkan, saat ini jumlah anak-anak berprestasi di Surabaya semakin meningkat. Kendati demikian, Pemkot Surabaya akan terus mendukung dengan memberikan berbagai fasilitas dan ruang, agar bagaimana anak Surabaya bisa menyalurkan bakat positifnya.

Sementara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI Yohana Yembise mengatakan, salah satu sasaran yang ingin dicapai KemenPPPA menuju generasi emas 2045 adalah mewujudkan Indonesia Layak Anak (Idola). Perwujudan Idola ini, menjadi sasaran di tahun 2030. “Pada tahun 2045 nanti, ada sekitar 70 persen penduduk Indonesia berusia produktif. Saya berharap di tahun itu, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cemerlang,” tuturnya. (windhi/by)