Gali Potensi, Jangan Over Protectif Terhadap Anak

Senin, 23 Jul 2018 | 00.53 WIB

Gali Potensi, Jangan Over Protectif Terhadap Anak

Astrid Prasetyo (tengah) dan Anna Surti Ariani (kanan) (windhi/centroone)


Centroone.com - Pada acara Sahabat Gerasi Maju yang digelar SGM Eksplor di halaman parkir timur Surabaya Plaza, Minggu (22/7/2018), dihadirkan psikolog anak dan keluarga. Psikolog ini dihadirkan untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar mengetahui potensi prestasi anak secara dini.

Mendampingi Marketing Manager SGM Eksplor Astrid Prasetyo, psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani S.Psi M.Si mengatakan jika ada lima potensi prestasi anak generasi maju yang harus diketahui para orang tua. Yakni Cerdas Kreatif, Tumbuh Tinggi dan Kuat, Mandiri, Supel serta Percaya Diri. “Nah untuk menggali lima potensi prestasi anak generasi maju, orang tua harus menggali lima aspek tumbuh kembang anak yang saling berkaitan agar memiliki tumbuh kembang yang optimal. Lima aspek itu adalah aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa dan sosial,” tandas Anna. 

Dia menambahkan, terkadang orang tua terlalu over protectif terhadap anak-anaknya, sehingga anak akan selalu menurut pada orang tua. Sementara orang tua tak tahu potensi apa yang dimiliki anaknya dan tak bisa menggali potensi itu karena perlindungan yang berlebihan tersebut.

“Apakah kita sudah melakukan itu terhadap anak-anak kita. Kita harus gali aspek anak, seperti kita lihat pertumbuhan fisiknya, lantas kecerdasan anak yaitu kognitifnya. Kita juga bisa melihat dia bersosialisasi terhadap teman-teman di lingkungannya. Seperti yang saat ini kita lihat pada lomba mewarnai, masih banyak orang tua yang mendampingi anak di lomba itu mengarahkan warna apa yang harus digunakan. Seharusnya kita biarkan anak kita berkreasi dengan keinginannya. Kita berikan rasa percaya diri itu pada anak. Kita harus bisa menstimulasi lima aspek itu agar si kecil menjadi generasi maju,” ungkap Anna.

Intinya, para orang tua harus bisa memberi ‘panggung’ pada anak-anaknya sebagai stimulus potensi prestasi anak. “Ingat, kita juga jangan merendahkan anak, seperti memarahi anak di depan teman-temannya. Melompat-lompat, berlarian dan sebagainya, itu untuk merangsang aspek kognitif anak. Seolah-olah kita menjadi sahabat bagi anak, agar mereka nyaman,” saran Anna. (windhi/by)