Pesona Mentawai Lebih Banyak Dikenal Wisatawan Luar Negeri

Minggu, 22 Jul 2018 | 01.00 WIB

Pesona Mentawai Lebih Banyak Dikenal Wisatawan Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai Desti Seminora (Centroone)


Centroone.com - Terletak di barat Sumatra, Kepulauan Mentawai memiliki sejuta pesona keindahan. Namun sayangnya masih sedikit yang tahu tentang keindahan Mentawai, baik keindahan alam ataupun budaya.  Mentawai dikenal sebagai sebagai surga surfing, dimana ombaknya adalah ombak terbaik dunia setelah Hawaii, dan sementara seni tato Mentawai adalah tato tertua dunia. 

Ironisnya, keindahan Mentawai lebih banyak dikenal oleh wisatawan mancanegara daripada wisatawan dalam negeri.   Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai Desti Seminora mengungkapkan dari 18 ribu kunjungan wisatawan, 12 ribu adalah wisatawan luar negeri.   Sementara sisanya, 6 ribu merupakan wisatawan luar negeri.  

"Wisatawan luar negeri yang datang khusus untuk surfing, tracking (jalan-jalan alam) ataupun melihat pemandangan alam. Indonesia punya banyak daerah yang unik dan punya potensi yang layak dikunjungi , Mentawai adalah aset Indonesia. " tutur Desti di sela perhelatan Mentawai Night 2018, di atrium Pakuwon Mall, Sabtu (21/7/2018).

Selama ini menurut Desti salah satu tantangan menarik kunjungan wisatawan dalam negeri ke Mentawai salah satunya adalah transportasi.   Masalah transportasi ini selama beberapa tahun telah dikembangkan, dan kini berlibur ke Mentawai lebih mudah. 

"Mentawai dikenal dari surfing dan kebudayaan. Dari tatonya, dan ombak. Wisatawan dalam negeri lebih sedikit karena untuk Mentawai masih sulit transportasi.  Jadi (wisatawan dalam negeri) tidak sekuat keinginan wisatawan asing ke Mentawai.  2014 baru ada kapal cepat.   Tapi sekarang dengan adanya kapal cepat 3 unit, ke Mentawai lebih mudah hanya 3 jam dari Padang. " tutur Desti lagi. 

Desti menambahkan, pariwisata memberikan dampat sangat positif bagi perekonomian Mentawai.  Terutama  sektor akomodasi dan kuliner.  " 2010 hanya ada lima resort, lima akomodasi kelas melati. Sekarang ada 81  (resort) bertumbuh. Kunjungan terus meningkat. Transportasi wisata berkembang , handycraft berkembang. "  tambah Desti lagi. 

Sementara itu, menurut Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabanggalet dari kelompok PAD Kepulauan Mentawai, pariwisata menyumbang 30 persen. Dengan promosi serta pengembangan pariwisata di Mentawai Yudas memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah kunjungan wisatawan " Kunjungan tahun ini diharapkan bisa meningkat 50 persen." tukas Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabanggalet.  by