Langgar Aturan, Jembatan Penghubung Galaxy Mall Harus Dibongkar

Senin, 16 Jul 2018 | 19.02 WIB

Langgar Aturan, Jembatan Penghubung Galaxy Mall Harus Dibongkar

Pemasangan gelagar pada jembatan penghubung mall di Galaxy Mall. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Bangunan jembatan penghubung antar mall di Galaxy Mall, dianggap anggota Komisi C DPRD Surabaya Mochamad Machmud, menyalahi aturan. Untuk itu, dia meminta pembagunannya dihentikan dan segera dibongkar Pemkot Surabaya.

Jembatan penghubung antar mall itu, menurut Machmud, merupakan tindakan yang tak memandang sisi keadilan. “Pemkot itu ibarat memiliki mata tapi buta, memiliki mulut tapi bisu, memiliki telinga tapi tuli. Pasalnya, pemberian izin untuk jembatan penghubung antar mall itu lebih menguntungkan mall tersebut. Pemkot tak melihat kalau jembatan penghubung itu hanya diperuntukan bagi mall tersebut, bukan kepentingan umum,” tegas Machmud. 

Dia mengatakan, selain jembatan itu hanya untuk kepentingan pribadi mall tersebut, banyak hal yang menyalahi aturan. Dikatakan dia, penempatan konstruksi saja sudah menyalahi, itu bisa dilihat dari keberadaan konstruksi tiang yang ada di jalur hijau. Belum lagi yang ada di trotoarnya, jelas menyalahi aturan.

Menurut dia, jika pemkot bisa memberikan izin (IMB) tersebut kepada Galazy Mall, apakah hal yang sama juga akan diberikan kepada investor lainnya? Jika pemkot tak memberlakukan hal yang sama kepada investor lain, sama saja pemkot tebang pilih. Dan jika ini yang terjadi, maka akan banyak tata kota Surabaya yang rusak.

Machmud mengakui, untuk jalan itu adalah bagian dari jalan MERR milik nasional, namun untuk izin konstruksi yang mengeluarkannya adalah pemkot, yakni melalui IMB. Dalam pengeluaran izin tersebut, bagi Machmud, pemkot terlalu gegabah mengabulkannya seolah tanpa kajian yang jelas.

Pemanfaatan jalur hijau atau bagian dari ruang milik jalan dan daerah milik jalan, sebenarnya sudah dilarang. Ini berkaitan dengan terbitnya UU 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Sebab dalam UU itu sudah tidak bisa lagi melakukan penarikan retribusi. Karena itu di Surabaya banyak kawasan jalan yang tak bisa lagi terdapat konstruksi papan reklame, kecuali yang berada di persil. Bahkan, pendirian bangunan atau pos polisi di jalur hijau juga pernah ditertibkan.

“Hal itu sudah jelas, tapi kenapa perlakuan berbeda diberikan kepada jembatan penghubung antar mall di Galaxy Mall. Sekali lagi saya minta, pembangunan itu dihentikan dan harus dibongkar,” tambah dia.
Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya Eri Cahyadi dikonfirmasi menegaskan, kalau itu jalan nasional dan izinnya dari balai besar pelaksanaan jalan nasional. Namun walau izinnya dari balai besar, namun tetap saja harus bayar IMB ke pemkot, sebab fungsinya sebagai jembatan penyeberangan orang

“Seperti jembatan penyeberangan orang, konstruksi yang dipermasalahan di trotoar itu dibuat untuk naik dan turun tangga. Dan titik itu ditentukan balai besar dan Dinas Perhubungan,” beber Eri. (windhi/by)