Persaingan Masuk SMP Kawasan, Jangan Paksakan Anak Tak Mampu

Senin, 25 Jun 2018 | 13.00 WIB

Persaingan Masuk SMP Kawasan, Jangan Paksakan Anak Tak Mampu

Penerimaan Siswa Baru Surabaya (dokCentroone)



Centroone.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN jalur sekolah kawasan akan berlangsung 25–26 Juni. Di jalur sekolah kawasan, terdapat kuota bagi siswa miskin yang masuk melalui jalur mitra warga, penerimaan siswa dari jalur prestasi dan Tes Potensi Akademik (TPA).

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, kuota untuk siswa miskin yang masuk melalui jalur mitra warga sebesar 5 persen, sedangkan jalur prestasi sekitar 3 persen.“Sisanya, siswa yang mendaftar ke sekolah kawasan harus mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA),” terangnya.

Agustin menegaskan, kuota siswa yang masuk lewat jalur mitra warga dan prestasi biasanya sudah diketahui para pendaftar. Untuk itu, praktis tak ada bangku kosong pada PPDB di sekolah kawasan.

“Misalkan di SMPN 1, total yang diterima 350 siswa. Setelah diisi Mitra Warga dan Jalur Prestasi diisi melaui tes TPA,” paparnya.

Menurutnya tes TPA yang diselenggarakan di sekolah kawasan untu mengetahui bakat dan potensi peserta didik. Peserta Didik yang mengikuti tes TPA, adalah mereka yang sebelumnya memenuhi standarisasi nilai
yang ditetapkan. Namun, seringkali persaingan masuk sekolah kawasan juga relatif tinggi.

“Makanya, nilai bagus saja gak cukup. Dia juga harus punya bakat dan prestasi yang diuji melalui tes potensi akademik,” ujar Politisi PDI Perjuangan.

Agustin berharap, para orang tua harus jeli memantau persaingan masuk di sekolah kawasan atau jalur reguler. Jika diperkirakan persaingan untuk masuk sekolah tertentu ketat, hendaknya memilih alternatif sekolah lain yang memungkinkan siswa yang bersangkutan bisa masuk. “Tahun lalu banyak anak yang ingin masuk sekolah kawasan, tapi tak mengukur kemampuan dan tingkat persaingannya,” jelasnya.

Tahun ini kuota siswa yang bisa diterima di 11 SMPN kawasan sekitar 4 ribuan. Tingkat persaingan ketat, karena kuota tersebut diperebutkan belasan ribu siswa. Pasalnya, Dinas Pendidikan menyediakan pagu untuk
masuk SMPN di Surabaya sebanyak 18.886 siswa baru.

Agustin menyebut, mengenai siswa miskin yang masuk sekolah kawasan melalui jalur mitra warga, beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam penerimaan, selain kedekatan dengan sekolah juga nilai siswa yang bersangkutan. (windhi/by)