5.200 Paket Sembako Ludes Di Pasar Murah Semen Indonesia

Senin, 11 Jun 2018 | 17.32 WIB

5.200 Paket Sembako Ludes Di Pasar Murah Semen Indonesia

Warga yang memanfaatkan pasar murah yang digelar Semen Indonesia. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Masih dalam rangkaian kegiatan Ramadhan 1439 H, pada Senin (11/6/2018), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Ikatan Istri Karyawan Semen Indonesia (IIKSMI) menggelar pasar murah dan santunan kepada anak yatim. Pembukaan Pasar murah dan pemberian santunan dilakukan oleh Kepala Departemen CSR Semen Indonesia Wahjudi Heru di Wisma A Yani Gresik.

Wahjudi Heru mengatakan, kegiatan pasar murah dan santunan yang di gelar pada hari ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan perusahaan dalam merayakan bulan suci Ramadhan. Kegiatan pasar murah yang digelar Semen Indonesia menyediakan 5.200 paket sembako senilai Rp1 miliar yang diperuntukkan untuk masyarakat di Gresik, Madura, Banyuwangi dan Ciwandan.

Untuk masyarakat Gresik disediakan sebanyak 3.000 paket, Madura 1.000 paket dan 1.200 paket untuk wilayah Banyuwangi serta Ciwandan. “Paket sembako berisikan 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak goreng dan 5 bungkus mie instan. Kalau dipasaran nilainya Rp150 ribu, tapi disini kita jual kepada masyarakat hanya seharga Rp25 ribu saja,” jelasnya.

Wahjudi Heru berharap, dengan digelarnya pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang datangnya hari raya Idul Fitri beberapa hari ke depan. ”Hasil dari penjualan sembako murah pada hari ini langsung kita berikan kepada masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim. Santunan diberikan kepada 315 anak yatim dari 15 kelurahan yang ada di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Melalui kegiatan-kegiatan sosial yang diselenggarakan, Semen Indonesia terus berusaha untuk semakin merekatkan hubungan harmonis dengan masyarakat, utamanya yang ada di wilayah operasional perusahaan. “Semoga kedepan dengan sinergi perusahaan dan masyarakat ini mampu menciptakan nilai tambah yang optimal untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat,” pungkas Wahjudi Heru. (windhi/by)