Tingkatkan Penjualan, Semen Indonesia Manfaatkan Platfrm e-Commerce

Kamis, 31 Mei 2018 | 06.00 WIB

Tingkatkan Penjualan, Semen Indonesia Manfaatkan Platfrm e-Commerce

Presentasi penggunaan e-Commerce untuk meningkatkan penjualan Semen Indonesia. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Volume penjualan semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sampai April 2018 mengalami pertumbuhan mencapai 5 persen. Hal ini dilihat dari penjualan sampai April 2018 yang mencapai 10,14 juta ton dan 2017 hanya 9,6 juta ton. Guna meningkatkan penjualan itu, Semen Indonesia pun membuat grebrakan, yakni melakukan penjualan produknya melalui e-Commerce.

Disampaikan Kepala Biro Komunikasi Perusahaan PT Semen Indonesia Sigit Wahono, di Jatim sendiri, Semen Gresik memiliki market share 66,2 persen. Ini menjadi leader. Namun penjualannya, walau nasional tumbuh 5 persen, namun di Jatim justru malah turun 4,5 persen. 

“Ini akibat banyaknya pesaing (pabrik semen lain, red) yang ada di Jatim. Di Tuban saja ada dua pabrik semen pesaing yang sudah beroperasi. Namun kami yakin, warga tetap cinta dengan produk dalam negeri,” ujar Sigit.

Kini menggunakan e-Commerce, Semen Gresik sudah mengalami pertumbuhan. “Kami ada Semen Indonesia Total Solution. Sejak awal April, Semen Gresik sudah menggunakan belanja online (www.belanja.com, red). Namun saat itu hanya untuk kawasan Jabodetabek atau di Jawa untuk kawasan kota besar saja. Ini akan kita kembangkan hingga bisa untuk melayani seluruh Indonesia. Kita akan gunakan e-Commerce Semen Indonesia sendiri untuk tahun ini agar bisa melayani seluruh Indonesia,” ungkap Sigit.

Dengan e-Commerce, pada bulan-bulan pertama penjualan dengan memberi diskon, tanggapan masyarakat cukup besar. Bahkan diharapkan, sistem itu mampu mendongkrak penjualan semen di luar Pulau Jawa agar meningkat. 

“Di Banjarmasin, karena adanya semen pesaing dari negara lain, harga jual semen turun mencapai 10-30 persen. Tapi seiring kepercayaan masyarakat yang mengetahui kualitas semen luar juga buruk, kini penjualan di kota itu membaik. Namun tetap saja belum bisa mengembalikan harga semen seperti harga semula, padahal biasa produksinya naik,” tukas Sigit, saat buka puasa bersama di Surabaya, Rabu (30/5/2018). (windhi/by)