Dorong Kemajuan Teknologi Energi-Tribologi Lewat Think Efficiency 2018

Rabu, 23 Mei 2018 | 11.00 WIB

Dorong Kemajuan Teknologi Energi-Tribologi Lewat Think Efficiency 2018

Think Efficiency 2018 (Centroone)


Centroone.com - Shell Lubricants Indonesia menggandeng Energy Academy Indonesia (Ecadin) menggelar kompetisi inovasi  “Think Efficiency 2018”,  “Think Efficiency” merupakan awal dari rangkaian kegiatan Shell Lubricants untuk turut berkontribusi memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia ini terbagi ke dalam dua bidang utama, Energi dan Tribologi. 

Kompetisi “Think Efficiency 2018” terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia yang berusia minimal 17 tahun. Peserta dapat berupa individu ataupun kelompok dengan maksimal anggota kelompok terdiri dari 4 orang dan dapat memilih satu dari dua kategori karya, inovasi energi atau inovasi tribologi. Peserta dapat mengirimkan karya tulisnya dan diterima oleh panitia paling lambat sebelum tanggal 30 Juni 2018.  

“Melalui kompetisi  ini, Shell ingin mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dua bidang utama yang dipilih merupakan bidang kompetensi Shell, sehingga kami yakin sinergi dengan para inovator ini akan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan teknologi di Indonesia pada masa yang akan datang.” tukas Dian Andyasuri, Director of Lubricants PT Shell Indonesia

Ajang penghargaan inovasi ini menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan. Untuk aspek originalitas, penilaian meliputi: tujuan, ide yang mendasari, dan keunggulan konsep. Sementara untuk aspek produk, penilaiannya meliputi: desain, kerangka berpikir, proses pembuatan, biaya, dan cara kerja. Penilaian pada aspek dampak meliputi dampak terhadap efisiensi dan ekonomi. Terakhir pada aspek keberlanjutan, penilaiannya meliputi: potensi produk bermanfaat dan bersaing dalam jangka panjang, arah dan strategi pengembangan, dan hambatan/faktor utama dalam pengembangan. 

Dari seluruh karya yang masuk akan dipilih 3 finalis untuk masing-masing kategori yang kemudian harus melakukan presentasi karya mereka secara terbuka pada tahap final untuk memperebutkan total hadiah sebesar 150 Juta Rupiah.

Energy Academy Indonesia (Ecadin) sendiri merupakan yayasan nirlaba yang didirikan untuk menjalin jejaring pengetahuan dan pemahaman mendalam di berbagai bidang ilmu yang berkaitan dengan sektor energi. Selain sebagai wadah untuk berbagi pengetahuan dan wawasan, Ecadin juga bergerak untuk menciptakan berbagai kolaborasi dalam mendukung penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menstimulasi inovasi yang berujung pada terciptanya produk nasional di bidang energi.

"Kompetisi ini diharapkan dapat memotivasi khalayak umum berkewarganegaraan Indonesia untuk terus berkarya mengembangkan produk inovatif dan mengambil peran dalam kemajuan teknologi. " tambah Syarif Riyadi Ph.D yang merupakan salah satu co-founder Ecadin.   by