Sejumlah Sosmed Turut Bersih-Bersih Konten Radikal

Rabu, 16 Mei 2018 | 15.00 WIB

Sejumlah Sosmed Turut Bersih-Bersih Konten Radikal

ilustrasi sosial media (pixabay)


Centroone.com - Bersamaan dengan penindakan dan pengejaran para terduga teroris oleh Densus 88 dan jajaran kepolisian ,  sejumlah perusahaan sosial media seperti Facebook, Google, Twitter, dan Telegram ikut membasmi konten radikalisme dan terorisme di internet. 

Menurut data yang diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, sejak akhir pekan lalu dimana terjadi teror bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, ada ratusan konten dihapus dan diblokir.  Menkominfo Rudiantara - menyebut  Telegram memblokir sekitar 280 akun, Facebook dan Instagram yang merupakan satu perusahaan, menemukan 450 akun yang berisikan radikalisme dan terorisme, dimana 300 akun di antaranya sudah diblokir. 

Twitter menyebut memblokir 70 akun. Sementara di Youtube ditemukan 250 akun radikal yang   40% sudah dilakukan pembersihan oleh YouTube.    

"Ini yang kami lakukan pemantauan terus-menerus. Kerjasama platform, baik Facebook, Google YouTube, kemudian Twitter, dan Telegram, khususnya empat itu sangat membantu dalam hal ini. Karena (terorisme) ini jadi musuh bersama dan ke depannya kerja sama ini dapat ditingkatkan," kata Menkominfo Rudiantara di gedung Kemenkominfo, Selasa (15/5). bbs