Pasca-islah, PD RPH Antisipasi Kenaikan Harga Daging

Senin, 30 Apr 2018 | 22.55 WIB

Pasca-islah, PD RPH Antisipasi Kenaikan Harga Daging

Kekompakan yang ditunjukan direksi PR RPH pasca-islah. (WIndhi/Centroone)


Centroone.com - Jajaran direksi di PD Rumah Potong Hewan (RPH) yang berselisih, kini islah. Dengan kompaknya jajaran direksi ini, perusahaan plat merah milik Pemkot Surabaya itu sudah meluncurkan sejumlah program baru. Ini terkait antisipasi kenaikan harga daging saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri.

Sebelumnya, tiga direksi yang silang pendapat itu adalah Teguh Prihandoko selaku Direktur Utama PD RPH, Romi Tantyo Wicaksono sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan serta Direktur Jasa dan Niaga Bela Bima Ferial Java.

Dismpaikan Rahmad Cahyadi, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RPH Pegirikan Surabaya, konflik internal yang terjadi di instansinya tidak sebesar yang diberitakan sejumlah media, karena hanya soal penyatuan pendapat dari masing-masing direksi. “Sebenarnya yang didalam itu tidak sebesar yang dikabarkan di luar. Kami melihatnya bukan konflik, tetapi adalah proses penyatuan dalam rangka persamaan pendapat dan ini memang butuh waktu,” ucapnya kepada sejumlah awak media, Senin (30/4/2018).

Dia mengatakan, RPH adalah perusahaan publik milik pemerintah, maka yang harus menjadi fokus utama adalah pelayanan kepentingan masyarakat yang lebih besar. Oleh karenanya perbedaan pendapat antar direksi harus segera di akhiri, dengan semangat saling memperbaiki. “Sekarang kita harus membayar mahal atas kejadian sebelumnya. Dengan semangat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dengan beberapa program dan inovasi,” tuturnya.

Demikian juga dengan dua staf RPH yang saat ini telah menjadi tahanan Kejaksaan, seluruh direksi dan Dewas RPH juga sedang mempelajari kasusnya yang kemudian akan segera dilaporkan kepada pemilik (Pemkot Surabaya) untuk dimintakan petunjuk soal langkah selanjutnya. “Termasuk apakah nantinya kami bisa memberikan dukungan pendampingan hukum atau tidak, karena ini BUMD maka kami harus minta petunjuk kepada pemilik (Pemkot Surabaya, red),” ungkap Agus Hendrawan anggota Dewas RPH lainnya.

Disaat yang sama, Dirut PD RPH Teguh Prihandoko, menyampaikan permohonan maafnya kepada Pemkot, DPRD dan seluruh masyarakat Kota Surabaya atas fenomena yang terjadi di lingkungan instansinya. “Sekarang yang kita pikir pelaksanaan program jangka pendek yaitu bagaimana menjaga stabilitas harga daging saat Ramadhan dan jelang hari raya Idul Fitri, disamping beberapa program jangka panjang yang telah kami godok dan siapkan,” kata Teguh Prihandoko.

Menurut alumnus Fispol Unair ini, RPH akan mendukung penuh program Pemkot Surabaya soal katahanan pangan yakni menyokong keberadaan daging di sejumlah even operasi pasar murah dan bazar yang diselenggarakan. “Ini semua kami lakukan dalam rangka menghindari munculnya para spekulan sehingga masyarakat Kota Surabaya lebih tenang, karena stok daging masih sangat cukup dan juga melakukan kerjasama dengan Kapoktan,” tandasnya.

Saat ini, lanjut Teguh, RPH telah menyiapkan stok daging sekitar 5-10 ton untuk menyongsong Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Pasalnya, RPH Pegirikan dalam setiap harinya ada 150 ekor sapi terpotong dan terproses menjadi daging dingin untuk di distrubusikan. “Tempat kami didukung dengan 2 Cool Storage dengan kapasitas 5 dan 10 ton, serta satu unit mobil pendingin untuk distribusi,” lanjutnya. (windhi/by)