PCNU Surabaya Minta Perda Larangan Miras Segera Diundangkan

Senin, 23 Apr 2018 | 21.00 WIB

PCNU Surabaya Minta Perda Larangan Miras Segera Diundangkan

ilustrasi Minuman keras (pixabay)


Centroone.com - Saat ini marak korban minuman keras (miras) oplosan hingga merenggut nyawa. Ini tak saja terjadi di beberapa tempat, di Surabaya yang sudah memiliki Perda larangan menjual miras juga meminta tiga korban jiwa pada minggu lalu. Untuk itukah, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Surabaya meminta Perda tentang pengaturan peredaran miras dipertegas.

Pasalnya sampai saat ini, Perda yang sudah disahkan pada 10 Mei 2016 belum diundangkan. "Dengan diberlakukannya Perda itu maka penegakannya bisa dijalankan dengan tegas," kata Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri.

Jika Perda itu diundangkan, jangan hanya jadi tanggung jawab Pemkot Surabaya melalui Satpol PP selaku penegak Perda, tapi harus ada pelibatan masyarakat untuk mengawasi peredaran minuman beralkohol.

Di masyarakat memang diketahui beredar miras pabrikan dan oplosan. Namun Perda itu tak memilah-milah jenis mirasnya, melainkan dengan tegas melarang secara total peredaran minuman beralkohol.

PCNU juga meminta pihak kepolisian untuk mendeteksi 'pabrik' miras oplosan agar tak terus jaruh korban. Polisi langsung menjerat para pembuat dan penjual miras oplosan dengan hukum yang berlaku. Selain itu langsung menutup 'pabrik' miras oplosan tersebut. (windhi/by)