ITS Banyak Digandeng Pemerintah Daerah Bangun Smart City

Sabtu, 21 Apr 2018 | 06.00 WIB

ITS Banyak Digandeng Pemerintah Daerah Bangun Smart City

Amien Widodo menyampaikan materi smart environment. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - ITS semakin sering dilibatkan atau kerjasama dengan pemerintah daerah. Hal ini tentunya terkait keinginan pemerintah daerah untuk membangun smart city. Penggunaan teknologi sudah tak terelakan untuk keberlangsungan usaha tersebut. Tentu saja kampus ini melibatkan pakar-pakarnya yang ahli di bidang smart city untuk membahasnya.

Para pakar itu tak enggan berbagi pengetahuan. Seperti pada seminar bertajuk Strategi Menuju Smart City/Regency di Perpustakaan ITS. Smart city menjadi isu yang sedang banyak digarap beberapa daerah di Indonesia, tak terkecuali Kabupaten Trenggalek yang juga tengah bermitra dengan ITS. 

Kerjasama ini dirasa sangat tepat, sebab kemunculan smart city diikuti dengan tuntutan penggunaan teknologi. “ITS sebagai kampus teknologi yang punya banyak penemuan dan pengembangan teknologi, sangat bisa memberi kebermanfaatan untuk menciptakan smart city,” ujar Tony D Susanto PhD ITIL COBIT.

Berbicara smart city, ada beberapa fokus bahasan seperti smart energy, smarthealth, smart sensor & mobility, smart environment, hingga smart government.  Pakar terkait fokus itu pun dihadirkan. 

Tony yang fokus terhadap smart government menyampaikan, sejatinya smart city bisa difokuskan pada salah satu atau beberapa aspeknya saja. Apakah hanya orangnya saja atau pemerintahannya saja, bahkan mungkin hanya secara sistematis kotanya. “Namun tetap perlu diketahui, bahwa smart city itu di dalamnya terdapat beberapa tajuk tersendiri,” jelasnya.

Salah satu contohnya smart energy, di mana tujuan utamanya yakni menciptakan kota yang layak huni dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Kepala Pusat Studi Energi ITS Dr Ir Ali Musyafa MSc menyampaikan, pintu masuk untuk smart energy adalah upaya pengurangan konsumsi dan emisi energi yang dibarengi dengan green building. 

Sementara Kepala Departemen Teknik komputer ITS, Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT memaparkan soal smart health. “Saat ini telah banyak penemuan ITS yang mampu mendukung smart health, contohnya TB-Analyzer, S-Analyzer dan MedCap,” papar Kepala Departemen Teknik Komputer ITS ini.

Ahmad Zaini ST MT selaku pengembang teknologi ITS Smart Vehicle Counter System, menyoroti tentang pentingnya kepedulian terhadap teknologi dan kondisi lingkungan di sekitar. “Kepedulian itu sangat diperlukan, yang kemudian nantinya kita bakal tahu kepada siapa untuk bekerja sama dalam pengembangan teknologi ke depannya,” jelas dosen Teknik Komputer ini.

Selanjutnya Dr Ir Amien Widodo MSi pada materi smart environment menekankan pentingnya kewaspadaan akan kondisi lingkungan sekitar. “Smart environment erat kaitannya dengan fenomena alam, apalagi Indonesia yang kondisi alamnya sangat kompleks. Sehingga smart environment nantinya akan banyak menyinggung soal mitigasi bencana,” ujar dosen Teknik Geofisika ini. (windhi/by)