Kurang Matangnya Strategi Jadi Kendala Mobil Listrik

Selasa, 27 Mar 2018 | 14.00 WIB

Kurang Matangnya Strategi Jadi Kendala Mobil Listrik

Para pembicara di National Symposium 2018 ITS. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Fakultas Teknologi Elektro ITS menggelar National Symposium 2018. Acara yang dihelat di Gedung Robotika ITS mengusung topik Electric Vehicle. Acara itu dihadiri 400 peserta dari seluruh Indonesia dengan mengundang tiga pembicara berkompeten.

Ketiga narasumber yang menjadi pembicara merupakan pelopor dalam pengembangan kendaraan motor listrik tanah air. Di antaranya Dr Muhammad Nur Yuniarto ST, Ricky Elson dan Prof Dr (HC) Dahlan Iskan.

Sebagai pembicara pertama, Dr Muhammad Nur Yuniarto ST, Ketua Mobil Listrik Nasional ITS menyampaikan penggunaan kendaraan dengan bahan bakar memiliki banyak dampak negatif, antara lain krisis bahan bakar fosil, polusi udara dan pemanasan global. “Solusi dari permasalahan tersebut sebenarnya sudah kita ketahui, yaitu dengan penggantian sumber tenaga menjadi tenaga listrik,” ujar dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini.

Hal senada juga diungkapkan Ricky Elson, Perancang Mobil Listrik Selo.  Dia menyampaikan, untuk menangani persoalan yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan berbahan bakar diperlukan alternatif sebagai pengganti, yaitu dengan kendaraan listrik.

Pemuda yang akrab disapa Ricky ini juga mendorong para audiens untuk membangkitkan semangat mereka dalam pengembangan riset yang berkaitan dengan kendaraan listrik. “Pengembangan kendaraan listrik tidak semata-mata fokus pada pembuatan mobil listrik, banyak yang lainnya seperti pengembangan baterai, mesin dan masih banyak lagi. Kita dilahirkan dari bangsa yang hebat  Oleh karena itu, marilah kita bangkitkan semangat berkarya kita,” terang pemuda kelahiran Padang, 11 Juni 1980 ini.

Selain itu, Prof Dr (HC) Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN 2011-2014 sebagai pembicara terakhir menceritakan pengalamannya terkait pengembangan mobil listrik sampai saat ini. Dia menyampaikan, pengembangan kendaraan listrik selama lima tahun ini memiliki kendala yang sama yaitu kurangnya kematangan strategi.

Dahlan bersama kedua narasumber lainnya menyampaikan hal yang sama yaitu Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing dalam dunia pasar berkaitan tentang pengembangan kendaraan listrik ini. “Potensi yang sudah kita miliki ini harus didukung dengan strategi yang matang,” ujar Dahlan Iskan yang lahir di Magetan, 17 Agustus 1951 ini.

Dahlan juga menyampaikan pasar Indonesia sudah dikuasai asing dalam hal kendaraan berbahan bakar. Mengingat hal tersebut, dia berharap pengembangan kendaraan listrik tanah air bisa menyaingi produk-produk luar negeri. “Jangan sampai kita jatuh pada lubang yang sama, dalam pengembangan kendaraan listrik ini,” pungkasnya. (windhi/by)