Cegah Kebocoran Data, Ini Langkah Facebook Kedepan

Kamis, 22 Mar 2018 | 17.00 WIB

Cegah Kebocoran Data, Ini Langkah Facebook Kedepan

Salah satu staf Facebook (FBnewsroom)



Centroone.com - Skandal data Facebook -  yang melibatkan perusahaan analis Cambridge Analytica membuat situs jejaring sosial terbesar dunia itu kalang kabut.  Skandal sendiri bermula setelah seorang whistleblower bernama Christopher Wylie, mantan pegawai Cambridge Analytica yang bekerja sama dengan tim kampanye Trump.  Christopher mengungkapkan bahwa data sekitar 50 juta pengguna Facebook diangkut oleh perusahaan bernama Cambridge Analytica untuk memenangkan kampanye Donald Trump.  

Data tersebut didapat perusahaan analis itu dari peneliti Cambridge University bernama Aleksandr Kogan menghadirkan "ThisIsYourDigitalLife" di Facebook pada tahun 2013 lalu. 

" Ini adalah pelanggaran kepercayaan antara Kogan, Cambridge Analytica dan Facebook. Ini  juga merupakan pelanggaran kepercayaan antara Facebook dan orang-orang yang berbagi data mereka dengan kami dan mengharapkan kami untuk melindunginya. Kami harus memperbaikinya. " tukas Mark Zuckerberg dalam keterangan yang ia unggah di halaman Faceboknya. 

Dalam pernyataan yang sama, Mark mengatakan Facebook akan melakukan tiga hal untuk mencegah hal itu terjadi.  Berikut tiga hal tersebut, 

1. " Pertama, kami akan menyelidiki semua aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar informasi sebelum kami mengubah platform kami untuk secara dramatis mengurangi akses data pada tahun 2014, dan kami akan melakukan audit penuh terhadap aplikasi apa pun dengan aktivitas yang mencurigakan. Kami akan mencekal pengembang apa pun dari platform kami yang tidak menyetujui audit menyeluruh. Dan jika kami menemukan pengembang yang menyalahgunakan informasi identitas pribadi, kami akan mencekalnya dan memberi tahu semua orang yang terpengaruh oleh aplikasi tersebut. Itu termasuk orang-orang yang datanya  disalahgunakan Kogan ." 

2. " Kedua, kami akan membatasi akses data pengembang lebih jauh lagi untuk mencegah penyalahgunaan jenis lain. Misalnya, kami akan menghapus akses pengembang ke data pengguna jika pengguna belum menggunakan aplikasi mereka dalam 3 bulan. Kami akan mengurangi data yang  pengguna berikan kepada aplikasi saat pengguna masuk - hanya  untuk  nama Anda, foto profil, dan alamat email. Kami akan mengharuskan pengembang untuk tidak hanya mendapatkan persetujuan tetapi juga menandatangani kontrak untuk meminta siapa pun untuk mengakses pos mereka atau data pribadi lainnya. Dan kami akan memiliki lebih banyak perubahan untuk dibagikan dalam beberapa hari ke depan. " 

3. " Ketiga, kami ingin memastikan pengguna memahami aplikasi mana yang pengguna izinkan untuk mengakses data Anda. Pada bulan berikutnya, kami akan menampilkan kepada semua pengguna,  aplikasi yang digunakan pengguna dan cara mudah untuk mencabut izin aplikasi tersebut ke data. Kami sudah memiliki alat untuk melakukan ini di pengaturan privasi Anda, dan sekarang kami akan menempatkan alat ini di bagian atas News Feed untuk memastikan semua orang melihatnya.

Dalam wawancaranya dengan CNN, Mark juga mengungkapkan penyesalannya serta berjanji hal tersebut tidak akan terulang lagi. 
"Tanggung jawab kami sekarang adalah memastikan ini tidak terjadi lagi." tukasnya seperti dilansir The Verge.  by