Dibandrol Rp 800 jutaan, All-New Mazda CX-9 Usung Teknologi Ini

Rabu, 28 Feb 2018 | 12.00 WIB

Dibandrol Rp 800 jutaan, All-New Mazda CX-9 Usung Teknologi Ini

All-New Mazda CX-9 (Centroone)



Centroone.com - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), distributor resmi Mazda di Indonesia, secara resmi mulai menjual SUV paling mewah di jajaran produk Mazda, yaitu   All-new Mazda CX-9 di wilayah Jawa Timur.  Dibandrol  dengan harga Rp. 802.800.000,- (OTR Jawa Timur,Surabaya),  All New Mazda CX-9 mengusung banyak teknologi yang diklaim membantu keamanan dan kelancaran perjalanan pengemudi. 

All-New Mazda CX-9 menjadi model pertama Mazda yang memiliki full-colour Active Driving Display (ADD) yang diproyeksikan langsung ke kaca depan. Dengan adanya sistem ini notifikasi ataupun sinyal dari kendaraan bisa dilihat segaris lurus mata - mengurangi distraksi pada pengemudi. 

Beralih ke sistem safety, All-New Mazda CX-9 juga telah dilengkapi dengan sistem keselamatan i-ACTIVSENSE. Sistem ini terdiri dari sejumlah teknologi seperti Adaptive LED Headlights (ALH)  untuk mengetahui potensi bahaya di depannya saat berkendara malam hari. Sistem ALH bekerja dengan meningkatkan visibilitas saat malam hari dan membantu pengemudi menghindari situasi yang berbahaya dengan mengombinasikan Lampu Besar Anti-Silau (yang dapat diatur jarak penerangannya) dengan Lampu Dekat Rentang-Lebar. 

Lalu ada Blind Spot Monitoring (BSM) memanfaatkan sensor radar yang terpasang di bagian belakang untuk mendeteksi kendaraan yang berada di area tidak terlihat (blind spot) di bagian belakang dan samping mobil, atau kendaraan yang mendekat dengan cepat, dan memperingatkan pengemudi melalui lampu peringatan di kedua kaca spion dan peringatan suara.  Kemudian ada Rear Cross-Traffic Alert (RCTA). Sistem ini  menggunakan sensor yang sama dengan BSM untuk memberi peringatan pada pengemudi saat mendeteksi ada kendaraan mendekat dari kedua sisi saat mobil berjalan mundur. Peringatan akan hadir melalu indikator yang menyala di kaca spion samping atau melalui  suara. 

Sementara itu,  Lane-Departure Warning System (LOWS) mempu membaca garis marka jalan. Saat sistem membaca adanya perubahan gerak mobil yang meninggalkan lajurnya, maka fitur ini akan memberi peringatan suara yang serupa dengan suara mobil saat berjalan melalui pita penggaduh (rumble strip) agar pengemudi dapat segera mengoreksi kemudinya. Sistem inijuga membaca input pengemudi seperti penggunaan lampu sein untuk menghindari peringatan  palsu. 

Sedangkan Lane keep Assist System (LAS) adalah  Kamera pemindai di bagian depan akan mendeteksi marka jalan dan menjaga lingkar kemudi untuk tetap berada di jajurnya. Sistem ini juga akan memperingatkan pengemudi saat membaca perubahan lajur yang tidak diduga dengan menggetarkan lingkar kemudi atau melalui peringatan suara. Saat sistem ini mendeteksi perubahan lajur yang menggunakan lampu sein, sistem tidak akan aktif dan tidak akan ada peringatan  yang diberikan. Sistem ini bekerja pada kecepatan di atas 60 km/jam. 

Kemudian ada City Brake Support [Forward/Reverse] (SCBS F/R) yang berfungsi untuk mendeteksi kendaraan baik di depan maupun belakang mobil, dan secara otomatis akan mengaplikasikan rem untuk menghindari atau setidaknya mengurangi tabrakan di kecepatan rendah. Beroperasi di kecepatan hingga 30 km/iam, sensor kamera depan dapat mengenali kendaraan di depan dalam  rentang yang luas. Saat mundur, sistem beroperasi pada kecepatan di antara 2 hingga 8 km/jam dan mendeteksi rintangan melalui sensor Ultrasonic.  
‚Äč
Yang tidak kalah penting ada  Driver Attention Alert (DAA): DAA menggunakan informasi seperti sudut putaran kemudi, kecepatan mobil dan output dari kamera sensor di depan untuk mendeteksi kondisi pengemudi dan membantu untuk mencegah  kecelakaan yang mungkin disebabkan oleh kelelahan atau turunnya kewaspadaan. by