Perkenalkan Industri Kreatif Sejak Dini Kepada Pelajar

Rabu, 28 Feb 2018 | 03.00 WIB

Perkenalkan Industri Kreatif Sejak Dini Kepada Pelajar

Wali Kota Tri Rismaharini di tengah-tengah pelajar Surabaya. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Disaat industri kreatif telah menjadi alternatif usaha warga, Pemkot Surabaya tak mau kehilangan langkah. Sejak dini, pemkot berusaha mengenalkan industri kreatif ke pelajar SMP di Surabaya. Kali ini, spesifikasi yang dibahas tentang media sosial Instagram.

Acara itu dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Dinas Pendidikan Ikhsan, Koordinator Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhamad Najib Wahito dan aktor sekaligus pelaku industri kreatif Dennis Adishwara yang dipercaya sebagai pengisi acara.

Di hadapan pelajar SMP, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan bahwa ada banyak pelajaran di luar sana yang sangat luas untuk dipelajari. Artinya, Wali Kota Risma ingin menegaskan kepada anak-anak bahwa belajar tidak melulu matematika dan lain-lain, tetapi ada banyak hal, salah satunya industri kreatif.

"Dengan adanya pembekalan semacam ini, ke depan mereka bisa menentukan mau ke mana sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki," kata wali kota di Graha Sawunggaling lantai 6, Selasa (27/2/2018).

Wali kota menekankan kepada anak-anak bahwa gadget yang dimiliki setiap pelajar harus dipergunakan sebaik mungkin. Pasalnya, lanjut Risma sapaan akrab wali kota, sebagian besar anak-anak belum mengetahui bagaimana cara menyebarkan konten-konten positif melalui media sosial yang mereka miliki. "Manfaatkan teknologi atau media sosial dengan kebaikan, bukan sebaliknya," pesannya.

Ke depan, wali kota sarat akan prestasi ini menegaskan, pengenalan industri kreatif akan terus berlanjut karena dinilai penting bagi masa depan anak-anak. "Next, kalau tertarik dia bisa mengikuti terus programnya," imbuhnya.

Dennis Adishwara yang dipercaya sebagai narasumber mengemas kegiatan ini sesuai dengan karakter anak muda. Diramu dengan jenaka, Dennis menjelaskan kepada pelajar SMP bagaimana cara mendapat followers dan memaksimalkan media sosial instagram dengan cara yang bermanfaat, kreatif dan lucu. "Ada banyak caranya, salah satunya membalas komentar, interaktif di sosial media dan mengisi konten serta aktivitas yang menginsiprasi banyak orang," jelas Dennis.

Sementara, Koordinator Supervisi KPK Muhamad Najib Wahito menuturkan dari kaca mata KPK. Menurutnya, kegiatan semacam ini bagus untuk pelajar. "Sebab, wali kota kerap menyelipkan nilai-nilai kejujuran dalam sambutannya kepada pelajar SMP. Hal ini bagus, karena sosialisasi pencegahan korupsi sudah dilakukan sejak kecil dan tentu ini menjadi perhatian kami karena akan membangun karakter anak di masa depan," ujar Najib.

Ditanya maksud dan tujuan datang ke Surabaya, Najib menuturkan bahwa dirinya melalui Supervisi Pencegahan KPK sedang melakukan pendampingan terhadap provinsi/kabupaten dan kota di Jatim, termasuk Surabaya. "Saat ini kami sedang menyusun rencana aksi dan sedang dalam proses," tandasnya. (windhi/by)