Terapi VR Kurangi Rasa Paranoid Penderita Depresi

Jumat, 23 Feb 2018 | 16.00 WIB

Terapi VR Kurangi Rasa Paranoid Penderita Depresi

ilustrasi virtual reality (pixabay)


Centroone.com - Terapi berbasis realitas virtual dikombinasikan dengan perawatan standar untuk mengurangi efek paranoid dan kelelahan di antara pasien depresi. Melalui studi klinis yang dilakukan oleh VU University di Belanda terhadap 116 pasien, perawatan menggunakan aplikasi virtual reality ditemukan dapat mengurangi tekanan interaksi sosial di antara mereka.

Diperkirakan bahwa sebanyak 90 persen pasien depresi menghadapi pikiran paranoid yang mendorong mereka untuk berperilaku tidak semestinya. Hal ini juga menyebabkan pasien menghindari masyarakat dan melakukan kontak dengan mereka, serta memilih sendirian.

Peneliti, Roos Pot-Kolder, mengatakan semua pasien yang terbagi menjadi dua kelompok diberi perlakuan standar dalam tes ini termasuk obat antipsikotik dan konsultasi psikologis. Namun, jelas bahwa hanya satu dari dua kelompok pasien yang diberi terapi realitas virtual atau terapi perilaku kognitif (CBT) dalam sesi 16 jam dalam delapan sampai 12 minggu.

"Terapi realitas virtual ini terlihat mengurangi sikap paranoid dan kelelahan pada pasien dengan masalah psikologis ketimbang pengobatan standar saja. Teknologi canggih hari ini juga memberi lebih banyak pasien kesempatan untuk mengeksplorasi tantangan dan menantang gaya hidup melalui kenyataan maya dan membantu mereka menghadapi situasi sebenarnya," kata Roos seperti dilansir Hindustan Times. 

Terapi ini melibatkan penggunaan karakter yang ditempatkan dalam empat situasi yang berbeda yang mencakup situasi di jalan, di bus, kafe dan supermarket. Semua situasi ini bekerja untuk meningkatkan kepercayaan pasien untuk berinteraksi dengan masyarakat secara virtual.   by