Cegah Banjir Rob, Pemkot Surabaya Bangun Rumah Pompa Petekan

Sabtu, 29 Des 2018 | 21.00 WIB

Cegah Banjir Rob, Pemkot Surabaya Bangun Rumah Pompa Petekan

Pembangunan rumah pompa Petekan yang dikebut untuk selesai pada 2019. (Windhi/Centroone)



Di ujung sungai Kalimas atau di sisi utara jmebatan Petekan akan didirikan Pemkot Surabaya satu rumah pompa baru. Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir rob di wilayah utara dan tengah kota. Karena, selama ini flow dari air laut masuk melalui sungai dan mengalir ke saluran-saluran kecil ke dalam kota, sehingga terjadi banjir.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, selama ini jika air laut mengalami pasang, air masuk ke dalam kota melalui aliran sungai. Karena tidak adanya rumah pompa di lokasi tersebut, sehingga beberapa wilayah terjadi banjir. “Misalkan di Kalisosok, Kalimas Timur, di sini, tidak ada hujan tiba-tiba banjir. Nah itu asalnya dari rob, termasuk sampai Kalisari," kata Wali Kota Risma saat menijau pengerjaan rumah Pompa Petekan, Sabtu (29/12/2018).

Seharusnya, lanjut dia, ada back water yang berfungsi mengatur elevansi permukaan air laut. Jika air laut pasang, maka rumah pompa Petekan dapat berfungsi sebagai pengontrol elevansi permukaan air. Apalagi, selama ini permukaan air laut tiap tahun terus mengalami peningkatan, dampak dari global warming. Maka dari itu, pembangunan rumah pompa Petekan ini menjadi salah satu prioritas utama pemkot untuk mencegah timbulnya rob.

"Kalau air laut pasang ini kan ada pintu, kita tutup, jadi air ndak masuk. Selama ini kan ndak ada. Sebetulnya penyebabnya (banjir) ndak ada pintu air di sini. Kalau ini bisa efektif, ini bisa menyelamatkan seluruh kota,” ujarnya.

Disamping berfungsi sebagai pengendali banjir dampak rob, Wali Kota Risma mengaku, nantinya di lokasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata air baru. Karena selama ini, jika air laut surut maka perahu tidak bisa lewat dan sebaliknya. Namun, jika ada rumah pompa, pihaknya dapat mengontrol permukaan air sungai agar bisa stabil. 

“Kalau ini nanti ada pompa, ada pintu, maka bisa kita kendalikan permukaan air sungai itu. Jadi bisa tetap untuk wisata, bisa tetap untuk pengendalian banjir dampak rob,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, suatu saat air sungai di wilayah itu bisa menjadi sumber air baku baru. Dengan adanya rumah pompa tersebut, dapat berfungsi sebagai pengontrol aliran air sehingga tidak langsung terkontaminasi dengan laut. “Suatu saat mungkin bisa menjadi sumber air baku baru, karena kita bisa kendalikan tidak terkontaminasi air laut,” tuturnya.

Pihaknya memastikan, pembangunan rumah pompa Petekan itu bisa selesai pada akhir 2019, sehingga bisa segera difungsikan. Saat ini, pengerjaannya sudah selesai tahap pondasi bangunan. “2019 kita lanjutkan, tinggal membangun rumah pompa bagian atas, dan mendatangkan pompa,”terangnya.

Sementara untuk desain rumah pompa, dia mengaku akan melakukan konsultasi dan komunikasi dengan pihak konsultan dan para ahli. Sebab, rumah pompa Petekan sistemnya bukan seperti pematusan yang sifatnya mengosongkan air. Namun sifatnya untuk menstabilkan permukaan air. “Nanti coba saya komunikasi dengan konsultan perencananya. Ini desainnya beda dengan rumah pompa yang lain. Makanya nanti saya komunikasikan dengan para ahli juga konsultan,” pungkasnya. (windhi/by)