Bangun Jembatan Bambu Ala Golden Gate Di Wisata Mangrove Wonorejo

Selasa, 18 Des 2018 | 20.18 WIB

Bangun Jembatan Bambu Ala Golden Gate Di Wisata Mangrove Wonorejo

Pembangunan jembatan bambu yang akan menambah wahana wisata mangrove Wonorejo.



Centroone.com - Ekowisata mangrove yang ada di Wonorejo Kecamatan Rungkut, dalam waktu dekat bakal memiliki wahana baru. Pemkot Surabaya dengan dana sebesar Rp1,5 miliar, akan membangun enam jembatan bambu. Salah satu jembatan itu bakal menyerupai jembatan Suramadu atau mirip jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat.

Jembatan dari bahan bambu yang diperuntukan bagi pejalan kaki itu, jika dihubungkan akan memiliki panjang mencapai 600 meter. Dimana setiap jembatan itu memiliki panjang yang berbeda-beda. Dan jembatan itu dibuat antara satu dengan lainnya tak berbanjar lurus, melainkan berbelok-belok menyesuaikan kondisi lahannya.

Nantinya, jembatan itu berawal dari kawasan pintu masuk atau jogging track yang ada pusat ekowisata mangrove Wonorejo. Jembatan pertama dari jogging track dan seterusnya sampai jembatan keenam itu melintasi bozem Wonorejo dan berlanjut ke arah timur menuju laut pantai timur Surabaya. Jembatan itu berakhir di tengah-tengah kawasan mangrove yang akan dibangun dermaga untuk perahu wisata.

Disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Djoestamadji, proyek enam jembatan itu untuk mempercantik ekowisata mangrove Wonorejo. Nantinya kawasan ini akan dijadikan Kebun Raya Mangrove. 

“Kebun Raya Mangrove ini tak hanya di kawasan Wonorejo saja, tapi akan menyatu dengan kawasan mangrove di Gununganyar. Pembangunan Kebun Raya Mangrove hingga pembebasan lahannya menelan biaya Rp350 miliar. Untuk proyek ini, Pemkot Surabaya mengeluarkan dana Rp8 miliar yang akan diperuntukan pengadaan mangrove. Dana sisanya berasal dari pusat (Kementerian PUPR, red). Sementara ini dana dari kementerian yang akan dikucurkan sebesar Rp50 miliar. Untuk pembangunan jembatan sebesar Rp1,5 miliar dikeluarkan pemkot,” beber Djoestamadji.

Saat ini, kawasan mangrove di Gununganyar juga sudah dibangun. Bahkan beberapa bagian wahananya sudah bisa dinikmati pengunjung untuk swaphoto. Bahkan pemkot juga menyediakan perahu wisata yang bisa digunakan pengunjung untuk mengarungi laut Gununganyar menuju Wonorejo. Namun pemanfaatan perahu wisata itu tetap bergantung pada pasang surutnya air lain.

“Keinginan ibu wali kota (Tri Rismaharini, red), di Kebun Raya Mangrove akan dibangun kereta gantung yang menghubungkan kawasan mangrove Wonorejo menuju Gununganyar. Sementara untuk enam jembatan bambu ini diharapkan selesai akhir tahun 2018. Untuk pembangunan Kebun Raya Mangrove itu akan selesai dalam tiga tahun. Wisata di sini tak dipungut biaya,” tegasnya. (windhi/by)