Sanksi Pelanggaran Kampanye Tak Gugurkan Pencalegan

Senin, 10 Des 2018 | 21.00 WIB

Sanksi Pelanggaran Kampanye Tak Gugurkan Pencalegan

Para terlapor (Armuji dan Baktiono) didampingi kuasa hukumnya di sidang Bawaslu Surabaya. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Dalam permasalahan Pemilu yang ditangani Bawaslu, diketahui jika sanksi tak akan membatalkan pencalegan. Bahkan pihak Bawaslu Surabaya juga tidak untuk menjustifikasi seseorang bersalah atau tidak.

Ketua Majelis Usman mengatakan, masalah ini berawal dari temuan oleh petugas Panwaslu di tingkat bawah. Bawaslu, dalam hal ini tidak dalam posisi menjustifikasi seseorang bersalah atau tidak. “Kami hanya dalam rangka untuk memberikan penegakan aturan dan semua proses itu harus dilalui rasa praduga tidak bersalah yang kita kedepankan,” kata Usman.

Dalam kasus itu, bentuk kegiatan jalan sehat yang dilakukan, kata Usman tidak ada masalah yang dipermasalahkan, hanya dugaan bagi-bagi door prize. “Ini masuk pelanggaran administratif. Dalam ranah ini, sangsi yang diberikan tidak sampai mencoret pencalegan atau menggagalkan proses Pemilu Legislatif,” pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 pada pasal 51 ayat 3 disebutkan, pelaksanaan kampanye kegiatan dilarang memberikan hadiah dengan metode pengundian (doorprize).

Begitu juga pada Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Nomor 28 Tahun 2018 pada pasal 34 ayat 3 disebutkan, pengawasan dilakukan dengan memastikan pelaksanaan kampanye tidak memberikan doorprize. Selain itu, Perbawaslu 8/2018 pasal 36 juga mengatur sanksi administrasi pelanggaran kampanye diantaranya perbaikan administrasi dan teguran tertulis. (windhi/by)