Riset : 2030, Jakarta Geser Tokyo Sebagai Megacity Terpadat Dunia

Sabtu, 06 Okt 2018 | 20.00 WIB

Riset : 2030, Jakarta Geser Tokyo Sebagai Megacity Terpadat Dunia

Bundaran HI (DokCentroone)


Centroone.com - Jakarta akan menggantikan Tokyo sebagai megacity terpadat di dunia pada tahun 2030. Hal itu diungkapkan perusahaan riset pasar global Euromonitor International dalam laporan bertajuk "Megacities: Developing Domination Country. 

Laporan ini sekaligus sebagai penanda era baru dalam sejarah urban, karena Jakarta akan menjadi kota pertama yang muncul untuk memegang gelar megacity terbesar di dunia dengan 35,6 juta penduduk pada 2030. Tokyo akan kehilangan tempat itu setelah sejak 1950-an dengan penurunan 2 juta orang. , sebagai hasil dari fenomena penuaan yang diamati di daerah-daerah maju.

“Beberapa kota Asia Timur lainnya juga dipengaruhi oleh tren yang menua. Seoul akan menambah 2,5 juta penduduk berusia di atas 65 tahun antara 2017-2030, diikuti oleh Shanghai dengan 2,2 juta dan Beijing - 1,8 juta ”kata Fransua Vytautas Razvadauskas, analis senior kota di Euromonitor International seperti dilansir dari Business Wire. 

Dalam laporan itu juga diungkapkan,  tujuh dari 10 kota besar terbesar akan berada di Asia Pasifik pada 2030, kawasan Afrika, mengalami urbanisasi yang sedang tumbuh, akan mencatat kenaikan terbesar di kota-kota besar selama 2017-2030, dengan Luanda dan Dar es Salaam bergabung dengan tempat itu. Empat kota besar lainnya yang muncul adalah Bogota, Chennai, Baghdad dan Chicago, yaitu menjadi satu-satunya yang berbasis di pasar yang dikembangkan.

Data Euromonitor International menunjukkan bahwa 15 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia diperkirakan berasal dari kota-kota besar, karena 60 persen dari populasi dunia akan menjadi perkotaan pada tahun 2030. 

“Meskipun ada perubahan dalam lanskap kota-kota besar, pasar konsumen utama masa depan. akan tetap berada di kota-kota besar yang dikembangkan, menjamin pendapatan yang lebih tinggi dipasangkan dengan perumahan yang lebih maju, perawatan kesehatan dan infrastruktur transportasi. Total pendapatan sekali pakai dari megacity yang dikembangkan akan menjadi sekitar lima kali lebih besar daripada megacity yang muncul pada tahun 2030, ” tukas Razvadauskas menyimpulkan.  by