Hari Santri Sebagai Hari Resolusi Jihad Ekonomi

Selasa, 23 Okt 2018 | 03.02 WIB

Hari Santri Sebagai Hari Resolusi Jihad Ekonomi

Sandiaga Uno ditengah para pendukungnya di Surabaya.(windhi/centroone)


Centroone.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno menegaskan, Hari Santri kali ini dijadikan sebagai resolusi jihad ekonomi. Acara itu dihadiri pasangan Prabowo Subianto bertepatan pada Hari Santri, 22 Oktober 2018.

“Kami pastikan Jatim menjadi lokomotif ekonomi. Dan Prabowo-Sandi akan melakukan perbaikan ekonomi,” katanya pada peresmian Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Timur di Gedung Astranawa Surabaya, Senin (22/10/2018).

Kedatangan Sandiaga Uno di Astranawa disambut hangat ibu-ibu yang menyatakan dirinya emak-emak. Mereka pun berebut swafoto. “Sabar ya bu jangan menyerbu dulu. Ini ada pesan dari Pak Prabowo. Sehat ibu-ibu? Emak-emak mana suaranya?” ucapnya dihadapan pendukungnya.

Dia menjelaskan, resolusi jihad ekonomi, adalah dengan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya. Bahkan, pihaknya berjanji di tahun 2019 mendatang akan membangun ekonomi Indonesia melalui stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok agar terjangkau. “Karena selama ini emak-emak berteriak harga-harga (kebutuhan pokok, red) semakin mahal,” ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Dia mengaku perjalanannya dalam Napak Tilas dari Jombang ke Surabaya sangat menginspirasi. Bahkan mampu menggetarkan dirinya. “Perjalanan ini sangat menggetarkan hati saya, selain ibu-ibu yang menggetarkan hati saya. Apalagi dalam kondisi harga-harga kebutuhan mahal. Kita ambil alih ekonomi kita, kita ambil dengan jihad ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, pada Hari Santri ini, Sandiaga juga memaknai acara Apel Santri dengan mengisi ikhtiar yang besar, untuk bisa berdikari di bidang ekonomi. “Kita mendorong santripreneur untuk menciptakan lowongan pekerjaan, 2019 bangun ekonomi,” tandasnya. (windhi/by).