Kemenristekdikti Launching AISITS untuk Keselamatan Maritim

Kamis, 18 Okt 2018 | 00.48 WIB

Kemenristekdikti Launching AISITS untuk Keselamatan Maritim

Menristekdikti Moh Nasir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Rektor ITS Joni Hermana dan para pejabat lainnya menekan tombol peresmian bersama.(windhi/centroone)


Centroone.com - Peduli akan pentingnya keselamatan dalam dunia transportasi laut, ITS Surabaya melalui perusahaan startup-nya PT ITS Tekno Sains yang bekerja sama dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk, merancang sebuah teknologi yang diberi nama Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS). Produk unggulan ini secara resmi di-launching bersama Data Center dan Central Monitoring Room di kantor PT Bali Towerindo Sentra Tbk di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Munculnya teknologi inovasi AISITS tersebut dilatari oleh adanya beberapa kasus yang terjadi akibat rusaknya instalasi laut, sehingga sering kali menyebabkan banyak kerugian baik materiil maupun nonmateriil. Salah satunya seperti kebakaran yang terjadi di perairan Pelabuhan Semayang, Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Kebakaran yang terjadi di akhir Maret 2018 tersebut dikarenakan pipa minyak milik PT Pertamina (Persero) patah yang diduga terhantam jangkar kapal, sehingga minyak tumpah dan menyebabkan kebakaran. Akibat kejadian tersebut, selain kerugian materil, laut di teluk Balikpapan juga ikut tercemar minyak dan juga menelan beberapa korban jiwa.

Launching hilirisasi produk riset ITS dalam bidang kemaritiman ini dilakukan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohamad Nasir PhD Ak. Mengingat pentingnya AISITS dalam dunia transportasi laut dan keamanan instalasi laut, turut hadir juga Menteri Perhubungan Ir Budi Karya Sumadi, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar, dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir R Agus H Purnomo.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES Phd mengatakan, ITS sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki pusat unggulan iptek dan inovasi memiliki kewajiban agar selalu mendorong hasil-hasil riset sivitas akademikanya untuk dapat dijadikan produk inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat secara langsung dan memiliki potensi komersial.

Dijelaskannya, hingga saat ini Kemenristekdikti telah memercayakan ITS untuk mengelola tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI) yakni, PUI Sistem Kontrol Otomotif (SKO), PUI Mechanics Industrial Automation (MIA), dan PUI Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (KEKAL). “PUI KEKAL ditetapkan oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2008, dan melalui PUI KEKAL ITS inilah produk AISITS dikembangkan dan diciptakan,” ungkapnya.

Sementara Wakil Rektor IV ITS yang sekaligus tergabung sebagai tim peneliti dan pengembang AISITS Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc menjelaskan, AISITS merupakan produk riset dan inovasi berkelanjutan atas dukungan pendanaan riset dan inovasi oleh Kemenristekdikti. “Aplikasi AISITS ini memanfaatkan data statis dan data dinamis kapal,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, data tersebut dimanfaatkan untuk lebih menjamin keselamatan operasional kapal dan instalasi laut, yang output-nya berupa real time-early warning system berbasis internet dan mobile application. AISITS yang bisa mengirim sistem peringatan dini ketika kapal memasuki zona bahaya, hal ini berguna untuk melindungi kapal akibat bahaya tabrakan, melindungi pipa bawah laut akibat beban eksternal (jangkar dan objek lainnya), untuk melindungi bangunan lepas pantai akibat bahaya ditabrak kapal, monitoring bahan bakar, monitoring emisi, menentukan tingkat kebahayaan operasional kapal, serta dapat pula digunakan sebagai basis dalam port management and traffic information system.

“AISITS menggunakan teknologi sederhana, yakni pemanfaatan data yang dikirimkan oleh kapal melalui gelombang radio dan selanjutnya mengolah data tersebut dalam logic solver untuk beberapa aplikasi yang telah tergabung di dalam sistemnya,” terang pria lulusan S3 Kobe University, Jepang ini.

AISITS ini menjadi penting sebagai upaya menjaga keselamatan instalasi laut dalam. Diantaranya adalah pipa bawah laut, offshore platform dan kabel laut. Instalasi laut merupakan salah satu target yang menjadi prioritas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), karena mengingat bahwa instalasi laut merupakan salah satu objek vital yang berperan besar dalam menjamin pertumbuhan ekonomi bangsa.

AISITS ini juga sangat penting dalam menunjang tupoksi Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan,  Kementerian Kelautan dan Perikanan, Basarnas, KNKT, dan SKK Migas. ITS dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk yang merupakan perusahaan penyedia infrastruktur menara dan jaringan yang terintegrasi telah menandatangani KSO untuk mengupayakan AISITS dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri melalui penyiapan infrastruktur tower dan AIS di sepanjang pantai utara Jawa.

Menanggapi positif akan produk AISITS ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung penuh atas produk yang dihasilkan oleh ITS ini sebagai upaya untuk memberikan keselamatan dunia perkapalan Indonesia. “Ke depannya, AISITS ini juga bisa kita integrasikan dengan Bakamla (Badan Keamanan Laut Republik Indonesia) RI,” terangnya. (windhi/by)