"Bayi Ajaib" Manushi, Bayi Terkecil Asia

Rabu, 31 Jan 2018 | 18.00 WIB

ilustrasi (ist)


Centroone.com - Seorang bayi perempuan lahir 12 minggu sebelumnya dengan usia kehamilan 28 minggu disahkan menjadi bayi terkecil yang pernah lahir di Asia. Pada saat kelahirannya, Manushi nama bayi dari Rajasthan, India itu seperti boneka. Bayi mungil itu hanya memiliki panjang 8,6 inci dan beratnya hanya 400gram.

Bobotnya itu, hampir sama dengan berat satu batang coklat Cadbury. Manushi lahir setelah melakui banyak cobaan sejak dalam kandungan.  Ibunya, Seeta, memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol selama kehamilan dan janin tidak menerima cukup aliran darah.  Manushi tidak bernafas saat dilahirkan di unit gawat darurat pada 15 Juni. Kulitnya tipis seperti kertas dan organ kecilnya tidak berkembang dengan baik.

Jejaknya, lebih kecil dari ukuran jempol ayahnya.  Disebut sebagai 'bayi ajaib' oleh staf di Rumah Sakit Jivanta Children, para dokter pada awalnya menganggap Manushi tidak akan bertahan lama dan kemungkinan hidup dengan kerusakan otak. 

Menurut DNA India, direktur Rumah Sakit Anak Jivanta, Dr. Sunil Janged, mengatakan: "Ketika bayi ini lahir, kami tidak yakin apa yang mungkin terjadi. Dia berusaha bernapas, jadi segera dia diberi ventilator pendukung pernafasan yang lebih maju untuk mengembangkan paru-parunya yang kecil dan belum matang. Dia tidak bisa diberi makanan yang cukup untuk usianya. Kita harus mulai memberi makanan bayi bergizi, yang pada dasarnya berarti memberi semua nutrisi penting, seperti asam amino, lipid, karbohidrat, mineral, multivitamin hingga sirkulasi darah."

Dokter spesialis  Dr Vimla Jain mengatakan kepada India Herald: "Biasanya bayi seberat 500 gram cenderung tidak bertahan. Bisa bertahan hidup itu langka. Biasanya organ tubuh untuk bayi dengan berat badan kurang, termasuk paru-paru, jantung, otak, ginjal, usus, kulit dan adrenalin tidak bekerja dengan baik dan membutuhkan dukungan buatan, sehingga tidak bisa bertahan," katanya.

Namun, bayi kecil itu lebih kuat dari yang diperkirakan. Terlepas dari tantangan awal, termasuk penurunan berat badan selama hari pertama  hidup, dia mulai minum susu setelah tujuh minggu. Manushi diberi transfusi darah dan dukungan pernapasan dihentikan sementara, menyebabkan dia mengalami masalah pernapasan saat tidur.

Setelah enam bulan, bayi mungil itu diperbolehkan keluar rumah sakit dan diyakini telah memiliki intelektrual normal.  Penglihatannya juga dikatakan normal. by