Hidupkan Balai Pemuda Sebagai Laboratorium Seni dan Budaya

Jumat, 12 Jan 2018 | 19.31 WIB

Hidupkan Balai Pemuda Sebagai Laboratorium Seni dan Budaya

Lahan di kawasan Balai Pemuda yang disiapkan untuk berkesenian dan budaya. (Windhi/Centroone)


Centroone.com - Surabaya sebagai Kota Pahlawan tentu banyak memiliki peninggalan bangunan bersejarah (heritage). Kekayaan ini sayang jika tak dimanfaatkan. Untuk itulah Pemkot Surabaya memiliki kepedulian tinggi terhadap bangunan cagar budaya. Salah satunya seperti ditunjukan pada bangunan Balai Pemuda.

Disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi, pemkot memiliki konsep yang cukup matang untuk menghidupkan bangunan bersejarah tersebut.

Di Balai Pemuda nantinya akan dijadikan sebagai laboratorium kesenian dan budaya. Balai Pemuda diharapkan menjadi tempat berkreasi sekaligus melahirkan seni dan budaya baru yang lebih kreatif.

"Balai Pemuda akan dijadikan sebagai space kebudayaan dan kesenian. Bukan center kesenian dan kebudayaan," ujar Eri Cahyadi, Jumat (12/1/2018).

Eri menegaskan, sebagai kota yang ditinggali banyak bangunan bersejarah, pihaknya terus berupaya bagaimana cara mempertahankan bangunan yang memiliki nilai seni dan pariwisata. Mengingat Surabaya selama ini lebih dikenal sebagai kota industri, dagang dan maritim. Bahkan image sebagai kota yang lebih banyak mengembangkan industri jasa sudah melekat pada kota ini.

"Kita berharap Balai Pemuda bisa menjadi salah satu tempat pengembangan kesenian dan kebudayaan di Surabaya," tegasnya.

Namun, untuk mewujudkan itu semua Eri mengharapkan dukungan dari semua pihak. Terutama keterlibatan masyarakat serta kelompok-kelompok strategis seperti Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda Surabaya (BMS). Harapanya, lanjut Eri, Balai Pemuda sebagai space kebudayaan dan kesenian sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Utamanya dalam menjawab tantangan berkesenian dan berkebudayaan yang mempunyai kecenderungan budaya space.

"Harapan kita Balai Pemuda bisa melahirkan seniman dan budayawan yang bisa menjawab tantangan milineal ke depan," pungkas Eri. (windhi/by)