Goyang Ngebor Pernah Fenomenal, Inul Masuk Majalah Time

Kamis, 31 Ags 2017 | 18.07 WIB

Goyang Ngebor Pernah Fenomenal, Inul Masuk Majalah Time

centroOne/Antara Foto


Centroone.com - Memiliki ciri khas goyang ngebor, membuat Inul Daratista diwawancara oleh majalah Time.

Goyangan ngebornya memang sudah lama, tapi Inul dinilai merupakan pedangdut yang mempunyai ciri khas di masanya serta menimbulkan kontroversi di saat itu. Diwawancara Time bagi Inul,  merupakan kebanggaan.

Apalagi, ini merupakan yang kedua kalinya ia masuk Time. Tapi awalnya, pedangdut kelahiran Pasuruan Jawa Timur, 38 tahun ini tak menyangka kalau kerja kerasnya selama ini dilirik oleh majalah asing yang sudah punya nama itu.

Inul pun membagi rahasia soal bagaimana ia meniti karir sebagai pedangdut dari nol hingga sukses dan bertahan di Ibukota Jakarta seperti saat ini.

"Ya, ini hasil dari kerja keras. Mau digosipin apa, disensasiin apa, ya saya sudah kebal. Tapi kan, Jakarta itu keras. Saya pikir, ya harus mau berjuang di sini kalau mau hidup. Jakarta ini kan, kota yang keras. Bermacam-macam orang, harus bisa beradaptasi, harus bisa saling akur. Saya bilang, saya tidak pintar tapi saya ingin memajukan Indonesia dengan cara saya sendiri," ungkap Inul, Kamis (31/8), kepada awak media melalui sambungan telepon.

Kini setelah sukses diwawancara majalah Time, Inul mengaku ingin membawa nama Indonesia ke ranah internasional. Tapi, Inul sendiri masih memikirkan caranya. Bukan hanya melalui dangdut atau goyang ngebornya yang fenomenal, tapi ia juga ingin bisnisnya bisa meluas hingga ke mancanegara.

Menurut ibu satu anak ini, dengan membuka peluang bisnis baik di Indonesia maupun luar negeri, ia berharap bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Ia pun ingin membuka silaturahmi dengan merekrut pekerja dari seluruh Indonesia sehingga bisa makin menyatukan bangsa ini.

"Kalaupun buka bisnis, saya tidak hanya buka di Jakarta tapi di seluruh Indonesia, dengan karyawan saya yang bermacam-macam suku, bisa mempererat hubungan saya dengan orang Jawa atau suku lainnya. Saya juga cari uang bukan untuk keegoisan, tapi misi dan visi aku untuk buka usaha itu salah satu pengembangannya itu untuk membuat lapangan pekerjaan, mempererat hubungan antar suku dan budaya," papar Inul.

Inul pun menyadari, bahwa membuka usaha itu tidaklah mudah. Ia pernah melalui beberapa cobaan, sehingga membuat dirinya merasa wajar menemui masalah dalam berbisnis.

"Aku rasa begitu adanya. Saya rasa di mana tempat kita berpijak, cobaan dan godaan ada. Intinya berusaha. Contohnya, di sini karaokenya kan karaoke sehat meskipun tantangannya ada saja. Kayak kemarin ada yang striptis, apalah ada cobaan yang harus dihadapi," pungkas Inul. (Rie)