Daging Kurban Tidak Mengakibatkan Darah Tinggi

Kamis, 31 Ags 2017 | 08.00 WIB

Daging Kurban Tidak Mengakibatkan Darah Tinggi

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Idul Adha identik dengan makanan daging sapi dan kambing.

Nah, bila Anda khawatir banyak makan daging kurban, terutama daging kambing akan mengganggu kesehatan, sebaiknya simak ulasan ini. Mengonsumsi daging kambing ternyata tidak akan mengakibatkan darah tinggi.

Bahkan, mengonsumsi 1 kg daging kambing pun tidak akan mendatangkan darah tinggi. Ini karena, salah satu bagian dari Hari Raya Kurban yang tidak boleh dilewatkan adalah menyantap daging kambing atau sapi bersama keluarga dan teman.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengatakan bahwa datangnya penyait darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing hanyalah mitos. Bahkan, mengunyah 1 kg daging kambing pun tak akan mendatangkan darah tinggi.

Menurut Johanes, kambing cukup sehat asal dagingnya saja, bukan dibarengi dengan jeroan, babat, otak, dan usus. Daging kambing mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah.

Dalam takaran 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan daging sapi 7,72 gram. Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yaitu 75 miligram, dan kolesterol sapi 80 miligram.

Namun, cara masak yang tepat juga perlu diketahui agar mendapatkan manfaat nutrisi sepenuhnya. Bagi pecinta sate kambing, disaranan agar tidak memanggangnya hingga gosong. Saat proses pemanggangan, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen.

Sementara jika tidak suka daging yang dipanggang, masak dengan kuah juga dapat menjadi pilihan. Dalam proses ini, lebih baik hindari penggunaan santan yang berlebihan. Penambahan sayur juga dapat menambahkan kandungan vitamin pada hidangan kambing. (Berbagai Sumber/Rie)