20 SMK Jatim Jalin Program Pelatihan Dengan Samsung

Rabu, 30 Ags 2017 | 06.00 WIB

20 SMK Jatim Jalin Program Pelatihan Dengan Samsung

kegiatan di salah satu SMK di Surabaya (Centroone)


Centroone.com - Dinas Pendidikan Jatim membuat gebrakan melalui programnya untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program yang dijalankan adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan.

Dinas ini memilih 20 SMK di Jatim dengan menggandeng perusahaan elektronik internasional untuk pelatihan dasar elektronika melalui program Samsung Tech Institute. “Saat ini, memang hanya ada 20 SMK saja yang berkesempatan mendapatkan pelatihan, tetapi ke depan kita akan nenambah jumlahnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman.

Program ini untuk memerkaya kurikulum di SMK, demi menciptakan lulusan yang berkualitas dan dapat diserap langsung oleh industri karena memiliki spesifikasi kemampuan yang dibutuhkan dunia usaha. “Program ini mendukung upaya pemerintah tentang revitalisasi SMK serta program Kementerian Perindustrian RI yakni Pendidikan Vokasi Industri,” tuturnya.

Dipilihnya Jatim oleh perusahaan internasional tersebut, menurut Saiful karena Jatim punya komitmen mendukung vokasi industri. Para siswa akan mendapatkan seluruh pelatihan termasuk teknologi tercangih yang dimiliki perusahaan elektronik tersebut. “Bentuk kerjasamanya adalah alih teknologi sehingga ada proses pembelajaran,” terangnya.

Selain pelatihan, perusahaan ini juga akan membuat service center yang akan dikelola pihak sekolah dan siswa. Jika dinilai berhasil, maka tidak menutup kemungkinan kerjasama akan dikembangkan mengingat Jatim memiliki  1.943 SMK yang tersebar di 38 kabupetan/kota. “Ini merupakan bentuk totalitas Samsung kepada SMK di Jatim,” imbuhnya.

Sampai saat ini, Dinas Pendidikan Jatim telah bekerjsama dengan PT PLN, PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), Alfamart, Astra dan beberapa perusahaan otomotif internasional. “Lulusan SMK bahkan ada yang mendapat bantuan untuk membuka bengkel oleh salah satu perusahaan otomotif,” ungkapnya.

Sementara Vice Presiden Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia Kang Hyun Lee mengungkapkan, akan memberikan berapapun biaya yang dikeluarkan untuk program ini. Karena menurutnya, pendidikan sangat penting untuk kelangsungan dan perkembangan industri. 

"Sesuai planing Samsung, besar kecil biaya tidak ada masalah, asal Pak Jokowi juga mengarahkan. Samsung sendiri juga sudah ada dana kita siapkan yang cukup untuk program ini, program yang lain juga bisa mengikuti," katanya.

Untuk diketahui, ada empat poin yang menjadi fokus revitalisasi SMK yang diamanatkan dalam instruksi Presiden nomor 9/2016, yaitu revitalisasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, kerjasama dan lulusan. Dengan revitalisasi yang sedang dijalankan, satu dari tiga kurikulum di SMK akan dibuat lebih fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan industri. (windhi/by)