Kasus Sang Putra Belum Tuntas, Jeremy Thomas Jadi Tersangka

Sabtu, 12 Ags 2017 | 22.01 WIB

Kasus Sang Putra Belum Tuntas, Jeremy Thomas Jadi Tersangka

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Belum selesai kasus yang menimpa sang putra, kini Jeremy Thomas kembali tertimpa masalah hukum.

Bahkan, Jeremy ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan jual beli sebuah villa di Bali senilai Rp 16 miliar. Pria kelahiran Pekanbaru, 46 tahun ini pun mencoba untuk tenang menghadapi masalahnya saat ini.

Jeremy juga mengklaim, kalau pemberitaan di berbagai media mengenai dirinya ini dinilainya tak sesuai fakta yang sebenarnya.

"Itu mah suatu proses, ya. Tentunya kita harus mengembalikan lagi sesuai dengan faktanya. Bagaimana pun proses itu suatu rangkaian pemindahan berkas yang menurut saya wajar," ujar bapak dua anak ini, Sabtu (12/8), di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. "Namun saya tegaskan, pemberitaan terhadap judul-judul di media kemarin tidak sesuai fakta. Faktanya baru diungkapkan oleh kuasa hukum saya, karena ini adalah bicara hukum, silahkan nanti tanyanya ke kuasa hukum," lanjut Jeremy.

Suami Ina Thomas ini mengklaim, kalau penetapan dirinya sebagai tersangka sangat tak sesuai. Ini dilihatnya dari status sang pelapor atas kasusnya tersebut, Patrick Morris - yang dulunya juga pernah mempunyai kasus yang sama.

"Sehingga, kualitas pelapor sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana yang sama tentu seharusnya secara hukum dikesampingkan," sahut pengacara Jeremy, Amin Zakaria, di lokasi yang sama.

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Jeremy ini pun sebenarnya sudah mengantongi Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) - yang dikeluarkan Polda Metro Bali.

"Kita belum tahu (kenapa ditetapkan tersangka). Mungkin hanya masalah pelimpahan, ini adalah kewenangan Polri yang diberikan oleh KUHP itu sehingga proses ini bisa berjalan. Artinya, proses itu nanti ke Mabes Polri atau Polda Metro Jaya begitu menemukan alat bukti. Yang pelaporan kan, sepihak. Melalui pers rilis hari ini, kita berharap Polda akan fair," ungkap Amin.

Jeremy sendiri mengaku, saat ditetapkan sebagai tersangka, ia belum diperiksa oleh Polda Metro Jaya. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ia malah baru menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polda Metro Jaya.

"Belum (diperiksa). Jadi, yang kita terima kemarin itu baru SPDP. Kita sebagai terlapor," ucap Amin.

Jeremy juga menegaskan, kalau penetapan dirinya sebagai tersangka ini tak ada hubungannya dengan kasus narkoba putranya, Axel Matthew Thomas.

"Kalau saya melihat tidak. Jadi, ini hanya pelimpahan berkas perkara dari Polda Bali ke Polda Metro Jaya," tutur Amin.

Kasus Jeremy ini bermula dari pelapor, Alexander Patrick Morris, yang merasa mengalami kerugian sampai Rp 16 miliar karena pengalihan aset villa di Ubud, Bali. Awalnya, pada 1999 silam, sang pelapor tersebut membeli lahan 35 hektare di kawasan Kedawetan.

Kemudian, Patrick membangun villa di atas tanah tersebut dan saat itu Jeremy menjadi konsultan keuangan.

Jeremy lalu disebut memindahkan kepemilikan villa atas nama dirinya dan menjual villa itu. Padahal sebelumnya, Jeremy mengklaim sudah menyerahkan akta tanah dan bangunan, dan menandatangani surat kuasa dengan Patrick. (Rie)