Tora Sudiro Direhabilitasi Sementara di RSKO

Jumat, 11 Ags 2017 | 19.00 WIB

Tora Sudiro Direhabilitasi Sementara di RSKO

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Tora Sudiro akhirnya direhabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).

Tora direhab sejak Senin (7/8) lalu. Namun rupanya, proses rehabilitasi Tora atas kasus penggunaan obat dumolid ini hanya bersifat sementara. Tora pun masih melewati beberapa proses pemeriksaan Polres Metro Jakarta Selatan.

Tora yang ditangkap di rumahnya kawasan Cirendeu Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis (3/8) lalu ini sebelumnya telah menjadi proses assessment di Badan Narkotika Nasional (BNN) kawasan Cawang, Jakarta Timur pada Sabtu (5/8).

"Untuk perkembangan kasus Tora, saat ini dalam proses penyidikan masih berlanjut terus untuk perkara ini. Saat ini sesuai dengan hasil assessment media yang dikeluarkan oleh BNN, kami diminta untuk menindaklanjuti yang bersangkutan (Tora) untuk dirujuk ke rumah sakit yang menangani terkait masalah sindrom dan ketergantungan," ujar Kapolres Polres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Iwan Kurniawan, Jumat (11/8), di kantornya.

Tora ditempatkan sementara di RSKO, karena sesuai Pasal 37.

"Seperti diatur pada Pasal 37, bahwa para pengguna yang mengalami ketergantungan wajib ikut rehabilitasi. Posisinya sekarang Tora ada di RSKO dan sedang melakukan perawatan," ujar Iwan.

Menurut Iwan, soal kepastian sampai kapan artis kelahiran Jakarta, 44 tahun tersebut direhab, semuanya itu tergantung dari pihak RSKO yang mempunyai wewenang untuk memutuskan apakah perawatan Tora ini lanjut atau tidak.

"Info dari teman di RSKO dibutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk mengetahui apakah nanti perawatan ditindaklanjuti atau tidak. Sekarang kami sudah ajukan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk dievakuasi dan sekaligus perawatan," pungkas Iwan.

Tora tersangkut kasus psikotropika golongan IV jenis dumolid. Sebelumnya sang istri, Mieke Amalia, juga ikut terciduk - hingga akhirnya dilepas karena dianggap sebagai korban atau pemakai saja.

Keduanya mengonsumsi dumolid dengan alasan sulit tidur, dan tidak tahu bahwa obat yang mereka minum tersebut merupakan jenis psikotropika. (Rie)